Limbah tekstil merupakan salah satu ancaman yang signifikan terhadap lingkungan, dan sering dianggap sepele bagi masyarakat.
Di era digital ini, tren fashion berubah begitu cepat. Kita sering melihat koleksi pakaian baru setiap minggu di toko-toko ritel besar. Lalu apakah gaya berpakaian kita berdampak buruk bagi lingkungan?
Artikel ini akan mengulas perbedaan fast fashion dan sustainable fashion, serta membantu kamu menentukan pilihan yang lebih bijak untuk masa depan dan kelestarian lingkungan.
Apa itu Fast Fashion
Fast Fashion adalah sebuah konsep di industri mode yang memproduksi pakaian dengan skala besar dan dilakukan secara cepat untuk mengikuti tren terbaru.
Biaya dan kualitas produksi rendah, dan memang dirancang untuk cepat usang dan mendorong orang untuk terus membeli pakaian baru. Ciri ciri Fast Fashion adalah sebagai berikut
Baca Juga: Anti Boros! 5 Cara Tampil Modis tanpa Beli Baju Baru
- Harga murah
- Tren cepat berubah, dan sering update koleksi
- kualitas rendah dan cepat rusak
- Produksi besar-besaran dan seringkali melibatkan pekerja dengan upah murah
Lalu apa dampak Fast Fashion terhadap lingkungan? limbah tekstil yang dihasilkan oleh fast fashion 10 kali lebih banyak dibandingkan produksi lainnya.
Setiap produksi besar-besaran dilakukan, maka akan semakin banyak pula pakaian lama yang berakhir di tempat sampah.
Selain menimbulkan limbah fisik, proses produksi bergantung pada sumber daya alam dan transportasi yang berkontribusi terhadap emisi karbon dunia. Daya beli dan sifat konsumtif juga meningkat karena kualitas fast fashion yang jelek dan tidak awet.
Apa Itu Sustainable Fashion?
Sustainable Fashion (Fashion berkelanjutan) adalah sebuah konsep yang mengedepankan keberlanjutan industri mode. Mulai dari bahan baku yang diunakan, proses produksi, hingga upaya mengurangi dampak negatif limbah tekstil terhadap lingkungan. Ciri-ciri Fast Fashion adalah sebagai berikut.
- Menggunakan bahan yang ramah lingkungan (organik, dapat didaur ulang)
- Proses produksi transparan dan manusiawi
- Produk yang dihasilkan berkualitas tinggi dan tahan lama
- Fokus pada slow fashion yang tidak berpatokan tren tapi gaya yang timeless (tidak terikat waktu)
Beberapa brand sustainable fashion di Indonesia yang terkenal antara lain Sare Studio, Osem, Sukkha, Setali Indonesia, Sejauh Mata Memandang, dan Pijak Bumi.
Dibandingkan dengan Fast Fashion, konsep Sustainable Fashion lebih ramah lingkungan karena proses produksi tidak dilakukan secara massal, kualitas produk juga bermutu tinggi sehingga tidak membuat konsumen membeli pakaian terus menerus.
Manakah yang lebih baik?
Meski Sustainable Fashion memiliki harga yang lebih tinggi, pakaian berkelanjutan adalah investasi jangka panjang. Kamu tidak hanya menghemat uang dalam jangka panjang, tapi juga ikut menjaga bumi dan mendukung keadilan pekerja.
Namun, kamu tidak harus langsung berpindah total. Tidak semua orang bisa langsung meninggalkan fast fashion karena keterbatasan biaya dan akses. Yang dapat kamu lakukan adalah mulai mengurangi, memilih dengan bijak, dan tidak fomo terhadap tren pakaian baru yang hadir
Editor : Jauhar Yohanis