JP RADAR NGANJUK-Disney resmi rilis trailer perdana Tron: Ares, film ketiga dari waralaba ikonik Tron, yang dijadwalkan tayang pada 10 Oktober 2025. Trailer tersebut langsung mencuri perhatian dengan visual futuristik, atmosfer gelap, dan aksi intens antara dunia digital dan dunia nyata.
Disutradarai oleh Joachim Ronning, film ini menjadi babak baru dalam semesta Tron kali ini dengan alur cerita yang lebih dalam dan relevan dengan perkembangan teknologi masa kini, khususnya soal kecerdasan buatan (AI).
Jared Leto Jadi Ares, Program Digital yang Menembus Dunia Nyata
Tokoh utama dalam Tron: Ares adalah Ares, diperankan oleh Jared Leto, sebuah program AI mutakhir dari dunia digital Grid. Berbeda dari dua film sebelumnya, alur cerita kali ini justru membalik premis bukan manusia yang masuk ke dunia digital, melainkan program AI yang dikirim ke dunia manusia.
Ares dikisahkan menjalankan misi berbahaya yang akhirnya menggiringnya pada dilema eksistensial tentang makna hidup, moralitas, dan sisi kemanusiaan yang ia temukan di luar algoritma.
Baca Juga: Makna Lagu Ruang Baru- Barsena Bestandhi, Perpisahan Bukanlah Akhir Dari Segalanya
Ketegangan, Aksi, dan Pencarian Jati Diri
Dalam perjalanannya di dunia nyata, Ares berinteraksi dengan manusia dan sesama program digital lain, termasuk karakter Athena (Jodie Turner-Smith) dan Eve Kim (Greta Lee), yang masing-masing memiliki tujuan dan pandangan berbeda.
Trailer menampilkan sejumlah adegan aksi memukau, seperti kejar-kejaran lightcycle di jalan raya dunia nyata, duel dengan Identity Disc, serta invasi teknologi Grid yang menembus realitas fisik. Semuanya dikemas dengan efek visual khas Tron Cahaya neon, arsitektur digital, dan transisi dimensi yang memanjakan mata.
Baca Juga: Kim Nam Gil dan Kim Young Kwang Adu Akting Menegangkan di Trigger Netflix
Tron Ares tidak hanya menyuguhkan pertarungan teknologi yang intens, tetapi juga menggali tema-tema besar yang relevan dengan perkembangan kecerdasan buatan saat ini.
Film ini mengangkat pertanyaan penting: apakah AI bisa memiliki emosi dan pilihan moral, sejauh mana batas antara program dan manusia, dan apakah makhluk ciptaan berhak memiliki kehendak bebas?
Baca Juga: Drama Korea The Defects Makin Gila! Episode Baru Bocorkan Fakta Mengejutkan
Seluruh pertanyaan tersebut muncul ketika Ares mulai membangkang dari misi awalnya, demi menyelamatkan seorang manusia yang ia yakini merepresentasikan esensi kemanusiaan sejati yang selama ini ia cari.
Tron: Ares diharapkan menjadi salah satu film fiksi ilmiah terbesar tahun 2025. Dengan kombinasi cerita emosional, aksi menegangkan, dan visual menakjubkan, film ini tidak hanya menyasar penggemar Tron, tapi juga mereka yang tertarik dengan isu teknologi, AI, dan masa depan manusia.
Baca Juga: Ngopi Nggak Sekadar Nongkrong: Fenomena 'Coffee Working Space' di Kalangan Gen Z
Dinda Lailli Ningtyas-Mahasiswa UIN SATU Tulungagung