Sudah Banyak Membaca tapi Cepat Lupa? Coba 10 Cara Ini

Miko • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:32 WIB
Cara Membaca agar Lebih Fokus dan Tidak Mudah Lupa Isi Buku
Cara Membaca agar Lebih Fokus dan Tidak Mudah Lupa Isi Buku

Membaca Bukan Sekadar Mengejar Banyak Halaman

Membaca buku memang bisa menambah wawasan. Namun, banyaknya halaman yang berhasil diselesaikan belum tentu menunjukkan seberapa banyak informasi yang benar-benar kita pahami dan ingat.

Karena itu, cara membaca juga perlu diperhatikan.

Membaca dengan terburu-buru, tidak fokus, atau sekadar mengejar target halaman justru bisa membuat isi buku cepat terlupakan.

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membuat kegiatan membaca menjadi lebih nyaman sekaligus membantu kita memahami isi bacaan.

1. Atur Jarak Membaca

Jangan membaca buku terlalu dekat dengan wajah. Selain membuat mata lebih cepat lelah, posisi tersebut juga kurang nyaman jika dilakukan dalam waktu lama.

Usahakan buku berada pada jarak yang nyaman dari mata. Pencahayaan ruangan juga perlu diperhatikan agar tulisan terlihat jelas tanpa membuat mata bekerja terlalu keras.

Jika membaca menggunakan ponsel atau tablet, sesuaikan pula ukuran tulisan dan tingkat kecerahan layar.

2. Lihat Gambaran Buku Sebelum Membaca

Jangan selalu langsung membuka halaman pertama dan membaca sampai selesai.

Luangkan beberapa menit untuk melihat isi buku secara keseluruhan.

Baca bagian pengantar, daftar isi, judul bab, atau ringkasan yang tersedia. Kalau perlu, cari ulasan dari pembaca lain untuk mengetahui gambaran umum buku tersebut.

Cara sederhana ini membantu kita memiliki konteks sebelum masuk lebih jauh ke materi.

3. Gunakan Timer untuk Mengatur Waktu

Membaca tidak harus dilakukan berjam-jam.

Cobalah menentukan waktu tertentu, misalnya 20 atau 30 menit. Gunakan timer di ponsel untuk membantu menjaga konsistensi.

Targetnya tidak harus selalu berupa jumlah halaman. Bisa juga berupa target waktu membaca tanpa membuka media sosial atau melakukan aktivitas lain.

Dengan begitu, membaca menjadi kebiasaan yang lebih teratur.

4. Gunakan Penanda Buku

Kalau membaca buku fisik, gunakan bookmark untuk menandai halaman terakhir yang dibaca.

Kebiasaan kecil ini terdengar sepele, tetapi cukup membantu ketika kita harus berhenti membaca dan melanjutkannya di lain waktu.

Tidak perlu melipat sudut halaman. Selain membuat buku cepat rusak, kebiasaan tersebut juga bisa mengurangi kerapian buku.

5. Tentukan Tujuan Sebelum Membaca

Membaca akan terasa lebih mudah ketika kita tahu apa yang ingin didapatkan dari sebuah buku.

Misalnya, membaca buku untuk mencari informasi tertentu, mempelajari keterampilan baru, atau sekadar menikmati cerita.

Tujuan tersebut membuat kita lebih fokus dan tidak mudah kehilangan minat di tengah perjalanan.

6. Pilih Buku yang Memang Menarik

Tidak semua buku harus dibaca hanya karena sedang populer.

Pilih tema yang sesuai dengan minat atau kebutuhan. Jika menyukai fotografi, misalnya, buku tentang teknik fotografi tentu akan lebih menarik dibandingkan topik yang sama sekali tidak kita sukai.

Ketika topiknya dekat dengan minat, membaca biasanya terasa lebih ringan. Bahkan, kita bisa tanpa sadar menghabiskan banyak halaman karena penasaran dengan isi berikutnya.

7. Perkaya Kosakata dari Berbagai Sumber

Kemampuan memahami bacaan juga dipengaruhi oleh seberapa banyak kosakata yang kita kenal.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan buku.

Mendengarkan podcast, menonton film, mengikuti berita, mendengarkan cerita, atau berdiskusi dengan orang lain juga bisa membantu mengenal lebih banyak kata dan istilah.

Semakin banyak kosakata yang dipahami, semakin mudah pula kita menangkap maksud sebuah tulisan.

8. Tandai Bagian yang Penting

Untuk buku yang memang perlu dipelajari, gunakan highlighter atau stabilo untuk menandai bagian penting.

Namun, jangan mewarnai hampir seluruh halaman.

Pilih kalimat, istilah, data, atau gagasan utama yang benar-benar penting. Dengan begitu, ketika ingin mengulang materi, kita tidak perlu membaca seluruh halaman dari awal.

Catatan kecil di bagian tertentu juga bisa membantu mengingat alasan mengapa bagian tersebut dianggap penting.

9. Jangan Terjebak Membaca Setiap Kata

Tidak semua jenis bacaan harus dibaca dengan kecepatan yang sama.

Pada buku nonfiksi, misalnya, kita bisa terlebih dahulu mencari gagasan utama dalam sebuah bagian sebelum membaca penjelasan secara lebih mendalam.

Tetapi, cara ini bukan berarti melewatkan isi buku secara sembarangan.

Untuk bagian yang penting atau sulit dipahami, justru luangkan waktu lebih banyak. Sebaliknya, bagian yang sifatnya hanya penjelasan tambahan bisa dibaca dengan lebih cepat.

10. Pilih Waktu dan Tempat yang Nyaman

Konsentrasi sangat dipengaruhi oleh kondisi sekitar.

Carilah waktu ketika pikiran sedang cukup tenang. Tempat membaca juga sebaiknya memiliki pencahayaan yang baik, tidak terlalu bising, dan memungkinkan kita duduk dengan nyaman.

Posisi tubuh pun jangan diabaikan. Hindari membaca sambil terus-menerus membungkuk atau berada dalam posisi yang membuat tubuh cepat pegal.

Jika sudah mulai mengantuk atau kehilangan konsentrasi, istirahat sebentar justru lebih baik daripada memaksakan diri.

Membaca Sedikit, tetapi Benar-Benar Dipahami

Pada akhirnya, membaca bukan perlombaan untuk menyelesaikan buku sebanyak mungkin.

Yang lebih penting adalah memahami apa yang dibaca dan mampu mengingat kembali informasi yang memang berguna.

Karena itu, tidak masalah jika dalam sehari hanya mampu membaca beberapa halaman. Selama dilakukan secara rutin dan dengan konsentrasi, kebiasaan tersebut jauh lebih berarti daripada membaca puluhan halaman tetapi tidak memahami isinya.

Jadi, sebelum mengejar target membaca, coba perbaiki dulu cara membacanya. Kurangi kebiasaan membuka media sosial ketika sedang membaca dan berikan waktu bagi diri sendiri untuk benar-benar menikmati buku.

Dengan begitu, membaca tidak lagi terasa seperti tugas, tetapi bisa menjadi kebiasaan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat

Editor : Miko
cara membaca efektif tips membaca buku meningkatkan daya ingat manfaat membaca teknik membaca