Timnas Indonesia tidak hanya dikenal dengan permainan mereka di lapangan, tetapi juga kekompakan yang terjalin di luar pertandingan. Baru-baru ini, para pemain dan staf pelatih Timnas memulai tradisi baru: ‘Makan Malam Nusantara’, sebuah kegiatan bersama yang dilakukan setiap pekan untuk menikmati hidangan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Ide ini muncul dari pelatih Shin Tae-yong yang ingin menciptakan suasana kekeluargaan di tim sekaligus mengenalkan ragam budaya Indonesia kepada semua pemain, termasuk mereka yang berasal dari daerah lain atau keturunan luar negeri.
“Sepak bola adalah tentang tim, bukan hanya individu. Kebersamaan itu penting, dan salah satu cara untuk membangun itu adalah melalui makanan. Indonesia punya kekayaan kuliner luar biasa, dan ini adalah cara yang menyenangkan untuk saling mengenal,” ujar Shin Tae-yong.
Dalam salah satu sesi makan malam, menu yang disajikan adalah masakan khas Minang seperti rendang, dendeng balado, dan gulai ayam, yang membuat para pemain berbagi cerita tentang makanan favorit mereka. Beberapa pemain, seperti Pratama Arhan, bahkan terlibat langsung dalam proses memasak dengan staf dapur hotel. "Saya suka sekali rendang. Rasanya bikin kangen rumah! Kegiatan seperti ini juga membuat suasana tim jadi lebih akrab," ujar Arhan sambil tertawa. Tradisi ini tidak hanya membawa keseruan, tetapi juga menjadi ajang edukasi budaya. Para pemain muda diajak mengenal makanan dari daerah lain yang mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan momen santai setelah rutinitas latihan yang intens. Rencananya, dalam makan malam berikutnya, menu khas Jawa Timur seperti rawon, rujak cingur, dan tahu campur akan disajikan. “Kami ingin setiap pemain merasa bangga dengan budaya mereka sendiri dan saling berbagi cerita melalui makanan,” kata asisten pelatih Nova Arianto.
Kegiatan ‘Makan Malam Nusantara’ ini kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari Timnas Indonesia.Selain memperkuat kekompakan tim, tradisi ini juga menjadi simbol bahwa di balik kompetisi ketat di lapangan, ada kehangatan dan rasa persaudaraan yang menjadi fondasi Timnas Garuda.
Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Jurnalistik, di Universitas Tunojoyo Madura (UTM). Prodi Ilmu Komunikasi, yang ditulis oleh:
1. M Albi P P.
2.Rhamadani Aditya P.
3. Anis sulfia
4.Nailis Aslin Nuroniyah