JP Radar Nganjuk - Patung penyu besar yang terletak di Alun-Alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini tengah menjadi sorotan publik setelah ditemukan fakta mengejutkan mengenai bahan yang digunakan.
Patung yang menjadi ikon Alun-Alun Gadobangkong tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp 15,6 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2023.
Hanya beberapa bulan setelah selesai dibangun, patung tersebut mengalami kerusakan pada bagian punggung yang tampak terkelupas.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas bahan yang digunakan dalam pembuatan patung tersebut.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bahwa patung tersebut dibangun menggunakan kardus bekas dan bambu.
Kardus digunakan sebagai cetakan sementara sebelum dilapisi bahan lain seperti resin dan fiberglass.
Sayangnya, kardus yang digunakan tidak cukup kuat untuk menopang patung dalam waktu lama, yang akhirnya menyebabkan kerusakan cepat pada struktur patung.
Pihak kontraktor menjelaskan bahwa penggunaan kardus adalah bagian dari metode konstruksi yang dirancang agar bahan utama dapat menempel lebih baik.
Namun, kerusakan yang cepat terjadi membuat banyak pihak kecewa dan mempertanyakan penggunaan dana yang sangat besar untuk proyek ini.
Banyak netizen yang mengkritik keras, mengatakan bahwa patung dengan anggaran sebesar itu seharusnya dibuat dengan bahan yang lebih kokoh dan tahan lama.
“Keren yaa yang yang total pendanaan 15,6M terbuat dari kardus ???????? Mau heran tapi ini di Konoha!,” Komentar salah seorang warganet.
“Kita jangan cuma kaget saja atas berita ini lalu hilang begitu saja di telan bumi,, harus ada penyelidikan atas peristiwa ini... Kan terang benderang dari bahan pembuatannya dengan Pagu anggarannya saja udah bisa dibilang gak masuk akal dan membagongkan,” timpal warganet.
Selain itu, sebagian besar masyarakat merasa bahwa pembangunan patung ini adalah pemborosan anggaran yang tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah terkait langkah-langkah perbaikan atau penanganan kerusakan patung ini.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira