Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah

Penuh Kontroversi! Penunjukan Thaksin Shinawatra Sebagai Dewan Penasihat Danantra Sebuah Keberanian atau Kesalahan?

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 28 Maret 2025 | 21:53 WIB
Penuh Kontroversi! Penunjukan Thaksin Shinawatra Sebagai Dewan Penasihat Danantra Sebuah Keberanian atau Kesalahan?
Penuh Kontroversi! Penunjukan Thaksin Shinawatra Sebagai Dewan Penasihat Danantra Sebuah Keberanian atau Kesalahan?

JP Radar Nganjuk - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) baru-baru ini mengumumkan perubahan signifikan dalam susunan pengurusnya.

Salah satu nama yang mengejutkan adalah Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand, yang kini bergabung sebagai anggota Dewan Penasihat Danantara.

Penunjukan Thaksin ini memunculkan diskusi hangat mengenai apakah kehadirannya membawa pembaharuan atau justru menciptakan kontroversi yang merugikan.

Thaksin Shinawatra, yang sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand pada tahun 2001 hingga 2006, adalah sosok yang sangat dikenal dengan karier politik yang penuh liku.

Di masa pemerintahannya, ia terlibat dalam sejumlah kebijakan yang kontroversial, mulai dari kepemilikan saham yang dipertanyakan hingga kasus pelanggaran hak asasi manusia dalam penanganan perang melawan narkoba.

Namun, sejak digulingkan lewat kudeta militer pada 2006 dan melarikan diri ke luar negeri, Thaksin tidak hanya menjadi tokoh yang kontroversial, tetapi juga sosok yang banyak diperbincangkan di dunia internasional.

Kini, penunjukan Thaksin sebagai anggota Dewan Penasihat Danantara, sebuah lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan investasi di Indonesia, tentunya menimbulkan berbagai pandangan.

Banyak yang bertanya, apakah dengan latar belakangnya yang penuh dengan tantangan hukum dan kontroversi, Thaksin bisa memberikan kontribusi positif bagi Indonesia, atau justru membawa dampak negatif bagi citra Danantara.

Penunjukan Thaksin sebagai pengawas dalam Danantara telah menuai berbagai reaksi.

Beberapa kalangan melihat Thaksin sebagai sosok berpengalaman dengan wawasan internasional dalam mengelola investasi besar di Indonesia.

Mereka beranggapan bahwa Thaksin memiliki banyak pengalaman tentang perekonomian global yang dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia dalam menarik investasi asing.

Namun, di sisi lain, banyak yang menganggap bahwa memilih Thaksin dengan sejarah politik yang kontroversial justru bisa merusak reputasi Danantara.

Mengingat rekam jejak Thaksin dengan berbagai tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, beberapa pihak menilai bahwa penunjukannya bisa memberi kesan buruk di mata masyarakat dan investor global.

Selain Thaksin, ada juga sejumlah tokoh berpengaruh lainnya yang bergabung dalam struktur pengurus Danantara, seperti Menteri BUMN Erick Thohir, mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Mereka akan bekerja sama dengan Presiden Joko Widodo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga termasuk dalam Dewan Pengarah.

Meskipun banyak yang melihat penunjukan Thaksin sebagai kontroversial, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menganggap bahwa pemilihan ini berdasarkan keahlian masing-masing individu dalam bidangnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Danantara #Presiden Prabowo Subianto #thaksin shinawatra