Nganjuk, JP Radar Nganjuk - Selepas musim hujan mengguyur Indonesia sejak bulan Oktober, bulan April ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan mulai masuk pada musim kemarau.
Namun, Kepala BMKG yakni Dwikorita Kamawati menuturkan tidak perlu khawatir akan kemarau berkepanjangan. Karena, diprediksi kemarau kali ini akan lebih pendek dibanding biasanya. Pernyataan tersebut didukung oleh pantauan dan analisis iklim global yang telah dilakukan BMKG sampai pertengahan April 2025.
Terhitung sudah ada 115 Zona Musim (ZOM) yang akan masuk pada musim kemarau. Sepanjang berjalannya waktu, jumlah tersebut akan meningkat pada bulan Mei serta Juni.
Wilayah yang diperkirakan masuk pada masa kemarau terlebih dahulu yaitu sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua, dan Kalimantan.
BMKG menyebutkan sekitar 60% kemarau di beberapa wilayah bersifat normal, 25% wilayah lebih basah dari normal, dan 14% wilayah lain lebih kering.
Penulis: Laila Karima
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira