Berdasarkan laporan, DP, siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dari Lowokwaru, Malang, sedang mencoba wahana Pendulum 360, atraksi populer yang menawarkan putaran 360 derajat dengan kecepatan tinggi.
Namun, di tengah perjalanan, sabuk pengaman yang seharusnya menjaga keamanan DP diduga gagal, menyebabkan ia terhempas dari tempat duduknya dan mengalami luka berat.
Manajemen Jatim Park Group langsung menghentikan operasi wahana tersebut untuk sementara.
Titik S. Ariyanto, Manager Marketing dan Public Relations Jatim Park Group, mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan pihaknya bekerja sama dengan polisi untuk menginvestigasi penyebabnya.
“Kami sangat prihatin dan akan mendukung penuh proses penyelidikan,” katanya.
Insiden ini memicu gelombang komentar di platform X, dengan banyak pengguna menyuarakan kekhawatiran tentang keamanan wahana di taman hiburan.
Akun
@adieskyman
menulis, “Pemeliharaan wahana tua harusnya lebih ketat.” Pengguna lain,
@YuYura381129
, menceritakan pengalamannya dengan sabuk pengaman yang terasa kurang aman, menyoroti potensi risiko yang terabaikan.
Beberapa pengunjung sebelumnya juga berbagi pengalaman serupa. “Waktu naik wahana yang berputar, pengamannya terasa nggak kencang. Bersyukur selamat,” ujar
Komentar-komentar ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kondisi wahana, terutama yang rentan aus karena cuaca atau penggunaan berulang.
Jatim Park pernah menghadapi kejadian serupa di masa lalu. Pada 2017, seorang anak TK bernama TAP terluka akibat dicakar anak harimau Benggala di Jatim Park 2 saat kunjungan sekolah.
Insiden-insiden ini meningkatkan perhatian terhadap komitmen pengelola dalam menjaga keselamatan pengunjung.
Kecelakaan ini menggarisbawahi perlunya pemeriksaan rutin pada wahana taman hiburan, terutama yang menawarkan sensasi ekstrem.
Komponen yang terpapar panas, hujan, atau keausan akibat penggunaan intensif bisa menjadi ancaman jika tidak diperiksa secara berkala.
Faktor seperti kelalaian operator juga dapat memperburuk risiko.
Di banyak negara, taman hiburan diwajibkan menjalani inspeksi harian dan audit independen.
Meskipun belum ada informasi spesifik tentang regulasi serupa di Indonesia dari data ini, insiden ini menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dan transparansi dari pengelola.
Pihak Jatim Park menyatakan akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban, meski proses hukum tetap mungkin terjadi jika ditemukan kelalaian.
Masyarakat berharap kejadian ini mendorong perbaikan dalam pengelolaan keselamatan di taman hiburan.
Insiden ini juga menjadi pengingat bagi pengunjung untuk lebih waspada dan memeriksa kondisi wahana sebelum menaikinya, terutama atraksi berisiko tinggi.
Semoga DP segera pulih, dan kejadian seperti ini dapat dicegah di masa mendatang.