Indonesia Disebut Aman dari Ancaman Perang Dunia III Berkat Kebijakan Non-Blok
Elna Malika• Jumat, 18 April 2025 | 18:59 WIB
Penulisan ulang sejarah Indonesia
JP Radar Nganjuk - Di tengah ketegangan geopolitik global yang kian meningkat.
Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara yang relatif aman jika terjadi konflik berskala besar seperti Perang Dunia III.
Menurut laporan dari sebuah media internasional, posisi aman ini didasarkan pada kebijakan luar negeri Indonesia yang netral dan tidak memihak, yang telah lama menjadi landasan diplomasi negara ini.
Kebijakan non-blok yang dianut Indonesia sejak era pasca-kemerdekaan memungkinkan negara ini untuk tidak terlibat langsung dalam konflik antara kekuatan besar dunia.
Pendekatan ini menempatkan Indonesia sebagai pihak yang berfokus pada perdamaian dan kerja sama internasional, tanpa terikat pada aliansi militer tertentu.
Hal ini dinilai menjadi faktor utama yang membuat Indonesia terhindar dari menjadi sasaran dalam situasi perang global.
"Indonesia selalu menjaga posisi independen dalam hubungan internasional. Kami tidak ingin terseret ke dalam konflik yang bukan kepentingan rakyat kami," ujar seorang analis politik luar negeri dari Universitas Indonesia, yang menjelaskan bagaimana diplomasi aktif Indonesia mampu menjaga stabilitas regional.
Namun, pandangan optimistis ini juga memicu beragam tanggapan di kalangan masyarakat.
Sejumlah warganet di media sosial menyuarakan skeptisisme, dengan menyebut bahwa keamanan dari ancaman eksternal tidak serta-merta menjamin stabilitas domestik.
Beberapa di antaranya menyinggung tantangan internal seperti kebijakan pemerintah yang dinilai kurang mendukung kesejahteraan rakyat.
Meski demikian, pengamat menegaskan bahwa posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, ditambah dengan peran aktifnya di ASEAN, semakin memperkuat peran negara ini sebagai penyeimbang di kawasan.
"Indonesia punya modal diplomatik yang kuat untuk tetap netral, sekaligus mendorong dialog damai antarnegara," tambah analis tersebut.
Laporan ini tentu menjadi pengingat akan pentingnya menjaga konsistensi kebijakan luar negeri yang berorientasi pada perdamaian.
Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia diharapkan terus memainkan peran sebagai jembatan perdamaian, sambil tetap waspada terhadap dinamika global yang terus berubah.