Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Dua Fakta Unik tentang RA Kartini yang Jarang Diketahui Publik

Elna Malika • Senin, 21 April 2025 | 17:56 WIB
Dua Fakta Unik tentang RA Kartini yang Jarang Diketahui Publik
Dua Fakta Unik tentang RA Kartini yang Jarang Diketahui Publik

JP Radar Nganjuk - Raden Ajeng Kartini, atau lebih dikenal sebagai RA Kartini, adalah tokoh emansipasi wanita Indonesia yang namanya selalu dikenang setiap tanggal 21 April.

Surat-suratnya yang terkenal, yang kemudian diterbitkan dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, menjadi simbol perjuangannya untuk hak pendidikan dan kesetaraan gender.

Namun, di balik kisah hidupnya yang inspiratif, ada beberapa fakta menarik tentang Kartini yang jarang diketahui masyarakat luas. Berikut adalah dua di antaranya.

1. Kartini adalah Penggemar Sastra dan Korespondensi Lintas Budaya

Banyak yang tahu Kartini sebagai penulis surat, tetapi sedikit yang menyadari bahwa ia adalah seorang intelektual yang haus akan pengetahuan sastra dan budaya global.

Selain menulis kepada sahabat-sahabatnya di Belanda, seperti Stella Zeehandelaar dan Rosa Abendanon, Kartini juga rajin membaca karya sastra Barat, termasuk novel-novel Prancis dan Belanda.

Ia bahkan mempelajari korespondensi dalam bahasa Belanda secara otodidak, sebuah prestasi luar biasa mengingat akses pendidikannya terbatas sebagai perempuan Jawa di era kolonial.

Kartini sering mendiskusikan ide-ide feminisme, pendidikan, dan reformasi sosial dalam surat-suratnya, menunjukkan wawasannya yang jauh melampaui zamannya.

Ia juga tertarik pada budaya Eropa dan Jawa, berusaha memadukan nilai-nilai progresif dengan tradisi lokal tanpa menghilangkan identitasnya sebagai wanita Jawa.

2. Kartini Pernah Merancang Sekolah untuk Anak Perempuan

Meski dikenal sebagai pelopor pendidikan perempuan, tidak banyak yang tahu bahwa Kartini memiliki rencana konkret untuk mendirikan sekolah khusus anak perempuan.

Pada 1903, bersama suaminya, Raden Adipati Joyodiningrat, bupati Rembang, Kartini mulai merancang sebuah sekolah kecil di Jepara.

Sekolah ini bertujuan mengajarkan keterampilan praktis seperti menjahit, memasak, dan kerajinan tangan, sekaligus literasi dasar bagi anak-anak perempuan dari kalangan biasa.

Meskipun mimpinya ini terhenti karena kesehatannya yang memburuk dan kematiannya yang tragis pada 1904, gagasan Kartini menginspirasi pendirian Sekolah Kartini di berbagai daerah setelah kemerdekaan Indonesia.

Rencana ini mencerminkan visinya bahwa pendidikan harus inklusif dan praktis, tidak hanya untuk kalangan elit, tetapi juga untuk rakyat jelata.

Fakta-fakta ini memperlihatkan sisi lain dari RA Kartini yang multidimensional: seorang wanita yang tidak hanya bermimpi, tetapi juga berusaha mewujudkan perubahan melalui tindakan nyata.

Kisahnya mengingatkan kita bahwa perjuangan untuk kesetaraan dan pendidikan tetap relevan hingga kini.

Dengan semangat Kartini, generasi masa kini diajak untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan dan pendidikan yang merata bagi semua.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita nganjuk hari ini #fakta unik #kartini #raden ajeng kartini #hari kartini