RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM- Stasiun Geofisika Sleman melalui akun resminya melaporkan dinamika aktivitas tektonik yang cukup signifikan di wilayah Pusat Gempa Regional VII sepanjang bulan Maret 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sebanyak 771 kejadian gempa bumi telah mengguncang kawasan tersebut dalam kurun waktu satu bulan.
Dari sekian banyak aktivitas yang terekam, guncangan dengan kekuatan terbesar menyentuh angka Magnitudo 4,5. Secara statistik, tren aktivitas seismik pada periode ini didominasi oleh gempa bumi berkekuatan rendah hingga menengah, tepatnya pada rentang Magnitudo 2,1 hingga 3,0.
Baca Juga: Gempa M 7,3 Laut Maluku Picu Kerusakan Bangunan, Warga Diminta Waspada Sesar Naik
Karakteristik sumber gempa mayoritas berasal dari kedalaman dangkal, yakni kurang dari 60 kilometer di bawah permukaan bumi. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas patahan lokal masih menjadi pemicu utama kegempaan di wilayah tersebut.
Meskipun tercatat ratusan aktivitas seismik, hanya terdapat dua kejadian gempa yang dilaporkan dirasakan oleh masyarakat secara nyata. Secara keseluruhan, variasi kekuatan gempa pada bulan ini berada pada kisaran Magnitudo 0,9 hingga 4,5.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,1 Goyang Bumi Maluku Barat Daya, BMKG: Waspada Susulan!
Sementara itu, jika ditinjau dari sisi kedalaman, titik koordinat sumber gempa terpantau sangat bervariasi, mulai dari gempa sangat dangkal di kedalaman 3 kilometer hingga gempa dalam yang mencapai 542 kilometer. Pihak Stageof Sleman terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap setiap potensi kebencanaan yang ada.
Sumber : Stageof Sleman, BMKG