NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Persatuan Sepakbola Nganjuk (Persenga) merupakan klub sepakbola yang berbasis di Nganjuk, Jawa Timur. Memiliki julukan Laskar Singo Barong, Persenga Nganjuk tercatat pernah mencapai masa keemasan dengan promosi di kancah nasional. Bahkan, nama-nama pesepakbola top nasional juga pernah merumput bersama Laskar Singo Barang. Seperti Budi Sudarsono dan pemain asing Mamoudou Lamanara.
Saat ini, Persenga Nganjuk tengah berjuang pada Liga 4 Jawa Timur.
Masa Awal (1960-an)
Persenga Nganjuk didirikan pada tahun 1950-an oleh beberapa tokoh masyarakat Nganjuk yang memiliki kegemaran terhadap sepakbola. Awalnya, klub ini bernama “Persatuan Sepakbola Nganjuk” dan bermain di tingkat lokal.
Baca Juga: Persenga Menang, Nganjuk Ladang FC Tumbang, Ini Skor Club Sepak Bola Andalan Warga Nganjuk
Era Galatama (1970-an-1990-an)
Pada tahun 1970-an, Persenga Nganjuk bergabung dengan Galatama, liga sepakbola nasional Indonesia. Klub ini beberapa kali promosi ke tingkat nasional, tetapi juga mengalami degradasi.
Era Liga Indonesia (2000-an)
Pada tahun 2000-an, Persenga Nganjuk bergabung dengan Liga Indonesia, yang merupakan pengganti Galatama. Klub ini bermain di tingkat nasional, tetapi tidak pernah mencapai prestasi yang signifikan.
Era Liga Nusantara (2010-an)
Pada tahun 2010-an, Persenga Nganjuk bergabung dengan Liga Nusantara, yang merupakan liga tingkat tiga di Indonesia. Klub ini beberapa kali promosi ke tingkat nasional, tetapi juga mengalami degradasi.
Baca Juga: Nganjuk Ladang FC dan Persenga Lolos 32 Besar
Masa Kini (2020-an)
Saat ini, Persenga Nganjuk bermain di Liga 4 Jawa Timur, yang merupakan liga tingkat empat di Indonesia. Klub ini terus berusaha untuk promosi ke tingkat nasional dan meningkatkan prestasinya.
Supporter
Persenga Nganjuk memiliki beberapa kelompok fans atau supporter yang dikenal loyal. Yaitu Supermania, Super Ultras, hingga Nganjuk Fans Unity. Saat Persenga bermain di Stadion Anjuk Ladang kandangnya, berbagai kelompok supporter ini datang untuk memberi semangat kepada Laskar Singo Barong.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk