NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Persenga Nganjuk dalam kondisi kritis. Hal ini setelah Persenga kalah dari Mitra Surabaya di Stadion Diponegoro, Banyuwangi kemarin. Laskar Singo Barong-julukan Persenga kalah dengan skor telak 0-3. “Pertandingan yang sulit. Kami mengakui lawan lebih bagus,” terang Pelatih Persenga Heru Sunarno kepada wartawan koran ini.
Pertandingan sore kemarin berjalan di luar dugaan. Mitra Surabaya bermain menekan sejak menit awal. Hasilnya, di 20 menit awal, Persenga harus kebobolan dua gol. Gol tersebut tercipta karena kesalahan lini belakang Persenga.
Setelah kebobolan dua gol, Persenga keluar menyerang. Sayang, Persenga mengalami kebuntuan.
Tidak ada gol tercipta. Perubahan taktik dilakukan di babak kedua. Persenga ganti mendominasi. Mereka terus menyerang. Sayang, hal itu justru menjadi petaka. Di babak kedua Persenga kembali kebobolan. Lini belakang kembali melakukan blunder. Bola berhasil direbut pemain lawan. Gawang Persenga kembali bobol.
Sebenarnya, Persenga memiliki kesempatan memperkecil ketertinggalan. Persenga mendapat hadiah penalti di penghujung babak kedua. Sayang penalti tersebut tidak dapat dikonversi menjadi gol. Hingga peluit akhir skor bertahan 0-3 untuk Mitra Surabaya.
Tentu hasil tersebut disesali oleh tim. Terlebih saat ini Persenga sedang memburu satu tiket untuk babak 8 besar. “Kami sedikit kecewa dengan kekalahan sore ini,” tambahnya.
Namun Heru tak ingin timnya terus bersedih. Mereka ingin move on. Persenga masih memiliki kesempatan untuk lolos babak 8 besar. Syaratnya adalah menang di pertandingan terakhir. Tentu dengan beberapa syarat lainnya.
Kini tim akan melakukan evaluasi. Dengan targetnya memperbaiki kesalahan yang dilakukan di pertandingan kemarin. “Kami ingin fokus di pertandingan terakhir agar bisa lolos,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira