JP Radar Kediri - Nomor punggung 9 di Chelsea kerap dikaitkan dengan 'kutukan'. Banyak striker top yang mengenakan nomor ini justru mengalami kegagalan di Stamford Bridge.
Apakah kutukan nomor 9 Chelsea itu nyata? Simak fakta menarik tentang striker-striker yang gagal dan yang berhasil mematahkan mitos ini!
Sejarah Kutukan Nomor 9 Chelsea
Sejak era Premier League, Chelsea memiliki daftar panjang pemain yang gagal bersinar dengan nomor 9. Hal ini bermula dari era pasca-Gianluca Vialli, ketika banyak striker yang datang dengan ekspektasi tinggi, tetapi berakhir sebagai 'flop'.
Beberapa nama besar yang pernah mengenakan nomor ini antara lain:
- Mateja Kezman (2004-2005): Dibeli dari PSV Eindhoven dengan ekspektasi tinggi, tetapi hanya mencetak 7 gol dalam 41 penampilan.
- Hernán Crespo (2005-2006): Striker Argentina ini memang memiliki kualitas, tetapi gagal beradaptasi sepenuhnya.
- Fernando Torres (2011-2015): Dibeli dari Liverpool dengan harga rekor, tetapi gagal menemukan performa terbaiknya di Chelsea.
- Álvaro Morata (2017-2019): Memulai dengan baik, tetapi performanya menurun drastis hingga akhirnya hengkang.
- Gonzalo Higuaín (2019): Hanya mencetak 5 gol dalam 18 pertandingan sebelum kembali ke Juventus.
- Radamel Falcao (2015-2016): Hanya mencetak 1 gol dalam 12 penampilan sebelum cedera menghambat kariernya di Chelsea.
- Romelu Lukaku (2021-2023): Didatangkan dengan harga tinggi, tetapi gagal memenuhi ekspektasi dan akhirnya dipinjamkan kembali ke Inter Milan.
- Pierre-Emerick Aubameyang (2022-2023): Datang dari Barcelona dengan harapan besar, tetapi hanya mencetak 3 gol dalam 21 penampilan sebelum dilepas ke Marseille.
Baca Juga: Indomaret Jual Jersey Timnas! Apakah di Nganjuk Ada?
Apa Penyebab Kutukan Ini?
Meski disebut 'kutukan', ada beberapa faktor yang bisa menjelaskan mengapa banyak striker gagal bersinar dengan nomor 9 di Chelsea:
- Tekanan Besar dan Ekspektasi Tinggi
Chelsea adalah klub dengan ambisi besar. Siapa pun yang mengenakan nomor 9 diharapkan langsung tampil luar biasa. Ekspektasi ini bisa menjadi beban psikologis bagi pemain.
2. Taktik dan Gaya Bermain Chelsea
Chelsea dikenal memiliki sistem permainan yang kurang mendukung striker tunggal. Banyak pemain nomor 9 di Chelsea sering kekurangan suplai bola atau harus bermain dengan gaya yang tidak sesuai dengan keunggulan mereka.
3. Adaptasi ke Premier League
Premier League adalah liga yang keras dan cepat. Beberapa pemain, seperti Morata dan Higuaín, datang dari liga yang lebih taktis dan teknis seperti La Liga dan Serie A. Mereka kesulitan beradaptasi dengan fisik dan kecepatan permainan di Inggris.
Siapa yang Berhasil Memakai Nomor 9 di Chelsea?
Tidak semua striker nomor 9 Chelsea mengalami kegagalan. Ada beberapa nama yang cukup sukses:
- Jimmy Floyd Hasselbaink (2000-2004): Salah satu striker paling sukses di Chelsea dengan torehan 87 gol dalam 177 pertandingan.
- Tammy Abraham (2019-2021): Produk akademi Chelsea ini sempat bersinar sebelum akhirnya dilepas ke AS Roma.
Penutup
Saat ini, Chelsea masih mencari pemain yang benar-benar bisa sukses dengan nomor punggung 9. Striker terbaru yang mengenakan nomor ini, seperti Pierre-Emerick Aubameyang, juga gagal memenuhi ekspektasi dan akhirnya hengkang dari klub.
Chelsea perlu mencari pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan mencetak gol, tetapi juga mentalitas kuat untuk mengatasi tekanan dan ekspektasi tinggi yang datang dengan nomor punggung 9.
Apakah nomor 9 Chelsea benar-benar 'terkutuk'? Dari sudut pandang logis, ini lebih terkait dengan tekanan besar, taktik yang tidak selalu menguntungkan striker, dan masalah adaptasi pemain. Namun, stigma ini tetap melekat karena banyaknya pemain yang gagal memenuhi ekspektasi.
Dengan Chelsea yang masih mencari striker nomor 9 yang sukses, hanya waktu yang bisa membuktikan apakah kutukan ini akan berakhir di Stamford Bridge!
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira