JP Radar Nganjuk- Karma itu nyata. Setelah berpesta gol 6-0 lawan Timnas Indonesia U-17, Korea Utara U-17 harus keluar lapangan dengan tertunduk.
Di semifinal pada Jumat dinihari (18/4), Korea Utara U-17 kalah telak 0-3 dari Uzbekistan. Dengan demikian Uzbekistan U-17 berhak tampil di final melawan Arab Saudi U-17.
Sebelumnya Arab Saudi U-17 menang adu tendangan penalti lawan Korea Selatan U-17 dengan skor 3-1.
Kekalahan Timnas Indonesia U-17 di babak delapan besar itu menyebabkan kerugian bagi panitia Piala Asia U-17.
Penyebabnya, Timnas Indonesia U-17 kalah di perempat final Piala Asia U-17. Otomatis, suporter Timnas U-17 yang selalu memadati stadion setiap Evandra dkk berlaga, tidak akan terlihat lagi.
Babak semifinal yang mempertemukan Korea Utara U-17 melawan Uzbekistan U-17 sepi penonton.
Yang sedikit ramai penonton hanya laga tuan rumah Arab Saudi U-17 melawan Korea Selatan U-17.
Untuk diketahui, Timnas Indonesia seperti mengalami kutukan di babak perempat final Piala Asia U-17.
Di babak knock out itu Timnas Indonesia U-17 gagal melewatinya.
Kondisi ini dialami Timnas Indonesia U-17 sejak ditangani Fachri Husaini pada tahun 2018.
Saat itu, Bagus Kahfi dkk berhasil melaju ke babak delapan besar di Stadion Bukit Jalil, Malaysia pada 1 Oktober 2018.
Mereka menghadapi Australia U-16. Meski sempat unggul 1-0 di babak pertama lewat sepakan Sultan Zico pada menit ke-17 tetapi gawang Ernando Ari dibobol tiga kali oleh pemain Australia di babak kedua.
Australia berhasil menyamakan kedudukan saat laga memasuki menit ke-51.
Saat itu, Daniel Thomas Walsh sukses mengeksekusi umpan silang yang diberikan Birkan Kirdar.
Skor berubah menjadi 1-1.
Keadaan berbalik ketika gawang Timnas Indonesia U-16 lagi-lagi harus kebobolan.
Adalah Adam James Leombruni yang saat itu luput dari kawalan Bagus Kahfi dkk pada menit ke-65.
Kemudian, di menit ke-74, Australia kembali menambah pundi-pundi golnya setelah tembakan Noah Vinko Botic di dalam kotak 16 tak mampu ditepis Ernando.
Sehingga, gol Rendy Juliansyah di menit ke-88 tidak mampu menyelamatkan Timnas Indonesia U-16 dari kekalahan.
Hasil itu membuat Timnas Indonesia gagal tampil di Piala Dunia U-17 yang digelar di Peru pada 2019.
Kutukan gagal di perempatan final Piala Asia U-17 kembali berlanjut.
Pada Senin malam (14/4), Timnas U-17 kalah telak 0-6 dari Korea Utara U-17.
Kekalahan itu terjadi di Jeddah, Arab Saudi.
Kekalahan dengan setengah lusin gol itu membuat Timnas Indonesia U-17 menjadi tim yang paling banyak kebobolan di Piala Asia U-17.
Padahal, sebelumnya, Evandra dkk memiliki modal yang luar biasa.
Mereka melaju ke babak delapan besar dengan status juara grup C. Sembilan poin atau sapu bersih dilakukan.
Bahkan, Timnas Indonesia U-17 hanya kebobolan satu gol di babak penyisihan grup.
Beruntung, meski kena kutukan delapan besar Piala Asia U-17 tetapi Evandra dkk berhasil lolos ke Piala Dunia U-17 di Qatar pada 2025. Karena delapan tim yang lolos perempat final Piala Asia U-17 berhak tampil di Piala Dunia U-17. (tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira