JP Radar Nganjuk – ASEAN Women’s Championship adalah ajang turnamen sepak bola wanita tingkat atas yang rutin digelar oleh Federasi Sepak Bola Perbara setiap dua tahun sekali.
Sebelumnya, Indonesia yang digadang-gadang akan menjadi tuan rumah digelarnya turnamen itu, berubah menjadi Vietnam.
Perubahan tersebut pun sontak membuat banyak orang bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab berubahnya tuan rumah turname itu.
PSSI pun memberikan jawaban mengapa bukan Indonesia yang menjadi tuan rumah ASEAn Women’s Championship melalui Komite Eksekutif (Exco), Arya Sinulingga.
Batalnya Indonesia menjadi tuan rumah disebabkan tidak adanya titik tengah dari permasalahan yang dihadapi.
Baca Juga: Aneh, Jay Idzes dan Ole Romeny Tak Masuk ASEAN All Stars Lawan Manchester United
Perencanaan awal, ASEAN Women’s Championship akan digelar pada bulan Agustus mendatang. Namun, banyaknya agenda yang telah memadati bulan itu membuat PSSI mengusulkan untuk pelaksanaan turnamen dimajukan di Bulan Mei.
ASEAN Women’s Cahmpionship akan tetap digelar di Indonesia, hanya saja waktunya berubah lebih awal pada bulan Mei.
Tetapi, ASEAN Football Federation (AFF) menolak usulan tersebut dan meminta turnamne tetap digelar di Bulan Agustus mendatang.
"AFF sebenarnya menawarkan untuk menyelenggarakan di Indonesia. Bersama dengan Putri AFF U-16, tetapi kami kemarin karena padatnya jadwal di bulan Agustus kami minta (ASEAN Women's Championship 2025) pindah bulan Mei karena Agustus ada AFF U-16," ujar Arya
Arya juga menambahkan, karena tidak ingin terjadi bentrok ditengah jadwal yang padat, akhirnya turneman yang rencananya akan digelar di Indonesia dibatalkan.
"Kami tidak mau ada bentrok, kami minta pindah bulan Mei, AFF tidak mau. Karena tidak mau ya sudah. Karena kami juga tidak mau bertabrakan," ujarnya menambahkan.
Sebagai gantinya, AFF akhirnya menunjuk Vietnam sebagai tuan rumah untuk ASEAN Women’s Champoinship yang akan digelar pada tanggal 6-19 Agustus mendatang.
Selain Indonesia dan Vietnam, dikabarkan akan ada 6 negara lainnya yang jugu turut mengirimkan timnya untuk bertanding. Yaitu Myanmar, Kamboja, Filipina, Singapura, Thailand, dan Australia.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira