JP Radar Nganjuk – Francesco Bagnaia mengakhiri sesi tes MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez dengan posisi ke-19 dalam catatan waktu gabungan.
Meskipun hasil akhirnya kurang memuaskan, Bagnaia mengaku menemukan dua hal yang menurutnya dapat sangat membantu dalam persiapannya untuk Grand Prix Prancis di Sirkuit Le Mans.
Pada hari Minggu (27/4), Bagnaia hanya berhasil meraih posisi ketiga di Grand Prix Spanyol, kalah dari Alex Marquez, dan tidak mampu menyalip Fabio Quartararo.
Dalam balapan tersebut, pembalap pabrikan Ducati ini berencana untuk memprioritaskan penyesuaian set-up agar dapat meningkatkan rasa percaya dirinya di tikungan cepat.
Namun, akibat kondisi cuaca yang dipengaruhi oleh angin kencang, Bagnaia merasa kesulitan untuk konsisten dan akhirnya memutuskan untuk mengubah fokus.
"Sesi saya padat," ujar Bagnaia. "Kami berusaha fokus pada set-up agar saya bisa lebih puas dengan rasa motor di tikungan cepat. Tapi, dengan angin yang begitu kencang, sulit untuk merasakan perbedaannya dengan jelas."
Bagnaia dan kru Ducati Lenovo akhirnya memutuskan untuk kembali ke pengaturan standar motor. Tidak hanya itu, Bagnaia juga tertarik untuk menguji beberapa komponen yang sebelumnya telah digunakan oleh rekan setimnya, Marc Marquez, di awal musim.
"Sulit untuk bekerja dengan set-up seperti ini, jadi kami memutuskan untuk kembali ke pengaturan standar dan mencoba item baru yang sebenarnya sudah digunakan Marc Marquez sejak awal tahun," ujar Bagnaia.
"Saya sempat melewatkan itu karena tes di Thailand agak berantakan," tambahnya.
Meskipun ada tantangan di Jerez, Bagnaia tetap optimis dan merasa senang karena telah menemukan dua hal yang berharga untuk persiapan di Sirkuit Le Mans.
"Beberapa hal lain mungkin akan saya coba lagi, mungkin jika hari pertama cerah, mungkin lengan ayun. Namun, saya merasa senang karena kami menemukan dua hal yang menurut saya akan sangat membantu," ungkap Bagnaia.
Sayangnya, Bagnaia enggan mengungkapkan apa saja kedua hal tersebut. Namun, satu hal yang pasti, kedua hal itu tidak berkaitan dengan sasis motor.
"Sulit untuk menjelaskannya, tetapi ini bukan tentang sasis," katanya. "Marc, yang merasa paling nyaman, sudah mencoba ini dalam uji coba pramusim, sementara saya tidak melakukannya karena saat itu saya tidak dalam kondisi yang tepat untuk mencobanya."
"Benar bahwa dia mencobanya, sementara saya fokus pada hal-hal lain," tutup Bagnaia.
Penulis: JoenIdi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Editor : Miko