Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Bahan Bakar Motor MotoGP Beda Kelas, Ini Nilai RON bahan bakar Motor MotoGP

Internship Radar Kediri • Rabu, 7 Mei 2025 | 05:05 WIB
Bahan Bakar Motor MotoGP Beda Kelas, Ini Nilai RON bahan bakar Motor MotoGP
Bahan Bakar Motor MotoGP Beda Kelas, Ini Nilai RON bahan bakar Motor MotoGP

JP Radar Nganjuk – Jangan samakan motor balap MotoGP dengan motor matik yang biasa mondar-mandir di jalananan. Dari segi bahan bakar saja, kelasnya sudah beda jauh.

Motor-motor prototipe di ajang MotoGP menggunakan bahan bakar khusus dengan angka oktan alias Research Octane Number (RON) jauh lebih tinggi dibandingkan Pertalite atau Pertamax.

Kalau Pertalite punya RON 90 dan Pertamax Turbo mentok di RON 98, motor MotoGP justru memakai bensin dengan RON antara 95 sampai 102.

Itu bukan tanpa alasan. Mesin MotoGP punya kompresi tinggi dan dipaksa berputar hingga lebih dari 18.000 RPM, jadi butuh bensin yang tahan tekanan dan suhu ekstrem.

Bahan bakar biasa bisa bikin mesin ngelitik alias detonasi, dan itu bisa bikin mesin jebol dalam sekejap.

Yang menarik, meski pakai bensin super, aturan FIM (Federasi Balap Motor Internasional) melarang penggunaan bahan bakar berunsur timbal.

Semua bahan bakar wajib ramah lingkungan dan sesuai standar yang telah ditentukan.

Tim-tim pabrikan seperti Honda, Ducati, dan Yamaha pun bekerja sama dengan perusahaan oli dan bahan bakar ternama, seperti Shell, Repsol, dan Petronas, untuk meracik formula terbaik.

Tak hanya soal performa, mulai dari tahun 2024 MotoGP juga menerapkan aturan baru yaitu 40 persen dari bahan bakar yang digunakan harus berasal dari sumber non-fosil.

Langkah ini bagian dari komitmen MotoGP menuju netral karbon pada tahun 2027.

 

Artinya, MotoGP tak hanya jadi ajang adu cepat, tapi juga ikut peduli dengan kelestarian lingkungan. Selain teknisnya yang ribet, harga bahan bakarnya pun tak bisa dianggap enteng.

Baca Juga: Francesco Bagnaia Ungkap Dua Hal yang Akan Membantu Setelah Ikuti Tes MotoGP Jerez

Harga per liternya bisa mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung formula yang digunakan masing-masing tim.

Tapi harga segitu tentu sebanding dengan hasilnya, tenaga maksimal, akselerasi buas, dan performa stabil di setiap tikungan sirkuit.

Bagi masyarakat umum, tentu tidak memungkinkan memakai bahan bakar seperti itu. Tapi teknologi dari MotoGP ini tak jarang menginspirasi pengembangan bensin harian di SPBU.

Jadi bisa dibilang, apa yang dipakai di lintasan sirkuit hari ini, bisa jadi kita nikmati di jalan raya beberapa tahun kemudian.

 

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Editor : Miko
#Nilai #motogp #beda kelas #bahan bakar #RON #Motor balap