JP Radar Kediri - Pembalap tim Ducati, Marc Marquez, menatap gelaran MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans dengan penuh persiapan dan kewaspadaan.
Ia menyadari bahwa faktor eksternal seperti cuaca dan suhu lintasan bisa sangat memengaruhi jalannya balapan akhir pekan ini.
Marquez, yang kini menempati posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2025 dengan selisih satu poin dari sang adik, Alex Marquez, menyebut bahwa kemampuan beradaptasi dengan kondisi cuaca akan menjadi kunci sukses di Le Mans.
“Cuaca dan suhu selalu memainkan peran besar di sini. Kami harus siap menghadapi segala kemungkinan,” ujarnya dalam konferensi pers jelang balapan.
Meski di seri sebelumnya di GP Spanyol ia mengalami nasib kurang beruntung—terjatuh dan hanya finis di posisi ke-12—pembalap asal Cervera, Spanyol, itu tetap percaya diri menyambut seri kelima musim ini.
“Kami telah mengumpulkan banyak data dari tes di Jerez. Ada beberapa solusi teknis yang bisa kami coba, tapi kami juga akan berhati-hati sebelum menerapkannya sepenuhnya di Le Mans,” tambahnya.
Tahun lalu, Marquez berhasil naik podium di Le Mans meski belum dalam kondisi fisik terbaik.
“Saya punya kenangan manis di sirkuit ini. Tahun lalu kami cukup kompetitif, dan dengan motor Ducati saat ini, peluang meraih hasil bagus sangat terbuka,” jelasnya.
Sejak 2020, Ducati mencatatkan rekor impresif di GP Prancis dengan tujuh kemenangan beruntun di balapan utama maupun sprint race.
Jika akhir pekan ini tim asal Italia itu kembali menang, mereka akan mencatat rekor 23 kemenangan berturut-turut di kelas premier—sebuah pencapaian luar biasa dalam sejarah MotoGP.
Marquez pun menegaskan bahwa selain performa motor, strategi yang tepat saat kondisi lintasan berubah bisa menjadi penentu hasil balapan.
“Le Mans bisa berubah dari kering ke basah dalam hitungan menit. Strategi pemilihan ban, waktu masuk pit, hingga feeling di atas motor sangat menentukan,” paparnya.
Dengan persaingan yang semakin ketat, terutama di antara para pembalap Ducati, GP Prancis diprediksi akan menyuguhkan pertarungan sengit. Penonton pun akan disajikan duel seru di lintasan ikonik yang penuh kejutan ini.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Editor : Miko