Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

FIFA Resmi Hukum PSSI, Buntut Suporter Meneriakkan Slogan Diskriminatif

Redaksi Radar Nganjuk • Minggu, 11 Mei 2025 | 23:36 WIB
Photo
Photo

JP Radar Nganjuk – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Tindakan ini merupakan buntut dari ulah sebagian kecil suporter yang menunjukkan perilaku diskriminatif saat laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Indonesia melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 25 Maret lalu.

Aksi tak terpuji ini terjadi menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-80. Tercatat sekitar 200 suporter yang duduk di tribun utara dan selatan terdengar meneriakkan yel-yel bernada xenofobia yang ditujukan kepada tim lawan.

Ujaran diskriminasi ini tidak luput dari pantauan sistem pemantauan anti-diskriminasi FIFA yang kini makin ketat dalam mengawasi perilaku suporter di seluruh dunia.

Menanggapi hal tersebut, FIFA tak tinggal diam. Mereka menjatuhkan denda sebesar 25.000 franc Swiss atau setara dengan lebih dari Rp 400 juta kepada PSSI.

Tak hanya itu, hukuman tambahan berupa pengosongan 15 persen kapasitas penonton pada laga kandang berikutnya juga harus dijalani.

Pengosongan akan diberlakukan khusus pada area di belakang gawang, yakni sektor tribun utara dan selatan dua titik tempat insiden meneriakkan ujaran diskriminatif terjadi.

Namun, FIFA juga memberikan opsi alternatif. Kursi yang semestinya dikosongkan bisa tetap diisi, asalkan diisi oleh komunitas dengan pesan damai seperti pelajar, kelompok perempuan, komunitas keluarga, atau organisasi anti-diskriminasi.

Syaratnya, mereka harus membawa dan menampilkan spanduk-spanduk bertema antirasisme dan anti-kebencian sebagai bentuk kampanye positif.

Tak hanya soal sanksi, FIFA juga meminta PSSI untuk menyusun rencana strategis jangka panjang dalam menanggulangi segala bentuk tindakan diskriminatif di lingkungan sepak bola nasional.

Edukasi terhadap suporter dinilai menjadi langkah utama, seiring makin ketatnya regulasi internasional yang kini tak memberi celah bagi tindakan rasis, diskriminatif, atau penuh kebencian, baik di dalam maupun luar stadion.

Baca Juga: Bahrain Ajukan Pertandingan Indonesia vs Bahrain Di Tempat Netral, Begini Tanggapan PSSI

Sebagai bentuk nyata implementasi sanksi, PSSI harus mematuhi seluruh ketentuan pada laga kandang Timnas Indonesia berikutnya, yakni saat menjamu China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 5 Juni mendatang.

Suasana pertandingan dipastikan akan berbeda, dan momen ini akan jadi ujian sejauh mana suporter Indonesia bisa menunjukkan wajah baru yang lebih positif di mata dunia.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#hukuman #diskriminasi #Berita Hari Ini #radar nganjuk #bahrain #fifa #Kualifikasi Piala Dunia 2026 #piala dunia 2026 #pssi #Indonesia vs Bahrain