Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Insiden Memilukan: Bus Persik Kediri Diserang Batu di Kanjuruhan, Pelatih dan Asisten Luka

Elna Malika • Senin, 12 Mei 2025 | 05:07 WIB
pelatih perik terluka
pelatih perik terluka

JP Radar Nganjuk – Suasana kemenangan Persik Kediri atas Arema FC dengan skor telak 3-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, berubah menjadi ketegangan akibat aksi tidak terpuji oknum suporter.

Bus yang mengangkut pemain, pelatih, dan ofisial Persik Kediri menjadi sasaran pelemparan batu saat hendak meninggalkan area stadion, menyebabkan kaca samping kiri bus pecah sepanjang sekitar 1,5 meter.

Insiden ini mengakibatkan luka ringan pada pelatih kepala, Divaldo Alves, dan seorang asisten pelatih akibat serpihan kaca.

Menurut Manajer Persik Kediri, Mochammad Syahid Nur Ichsan, kejadian terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, saat bus berbelok keluar dari halaman Stadion Kanjuruhan.

"Kami sangat menyayangkan insiden ini, apalagi sepak bola Indonesia sedang berupaya bangkit pasca-Tragedi Kanjuruhan," ujar Syahid.

Ia menambahkan bahwa pelemparan tidak hanya terjadi di sekitar stadion, tetapi juga di beberapa titik sepanjang Jalan Trunojoyo, seperti Simpang Empat Yonzipur dan Simpang Tiga depan Kantor Dinas Pendidikan.

Video yang viral di media sosial, termasuk unggahan kapten Persik, Ze Valente, di akun Instagram @zevalente.10, memperlihatkan kondisi bus dengan kaca pecah.

Dalam keterangannya, Ze Valente menyatakan kekecewaannya, "Kita tidak pernah belajar. Tapi lebih baik saya tidak mengatakan apa yang saya pikirkan." Video lain dari akun X @hudaminhajur menunjukkan detik-detik bus diserang saat masih di area stadion.

Media Officer Persik, Haryanto, memastikan bahwa pemain tidak mengalami luka serius, karena sebagian besar duduk di bagian belakang bus. "Pelatih dan asisten yang duduk di depan terkena serpihan kaca, tetapi sudah ditangani tim medis di hotel," jelasnya.

Tim INAFIS Polres Malang telah melakukan olah TKP pada bus yang rusak, dan polisi sedang menyelidiki kasus ini.

Kepala Seksi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, menyatakan bahwa Satreskrim sedang mendalami laporan dari Persik Kediri.

Organisasi suporter Arema FC, Satu Aremania, mengecam keras aksi tersebut melalui siaran pers. "Tindakan ini tidak mencerminkan nilai-nilai suporter sejati. Kami meminta maaf kepada Persik Kediri dan mendesak aparat hukum menindak pelaku," tulis mereka.

Panitia pelaksana (Panpel) Arema FC, dipimpin Erwin Hardiono, juga menyampaikan permohonan maaf dan menyesalkan insiden yang mencoreng laga perdana Arema di Kanjuruhan pasca-Tragedi Kanjuruhan 2022.

Rombongan Persik Kediri akhirnya kembali ke Kediri pada Minggu malam dengan bus pengganti, dikawal ketat oleh kepolisian, manajemen Arema FC, dan Panpel.

Insiden ini kembali menyoroti tantangan dalam menciptakan sepak bola Indonesia yang aman dan berintegritas, terutama setelah tragedi yang merenggut 135 nyawa di stadion yang sama.

Editor : Elna Malika
#ketegangan #oknum #skor #kemenangan #persik kediri #radar nganjuk berita hari ini #polisi #terluka #malang #Bus 657 aka Heist #pemain #suporter #arema fc #pelatih #pelemparan batu #suasana #stadion kanjuruhan #aksi