Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

KTM Hadapi Kendala Baru di GP Prancis, Grip Ban Basah Jadi Sorotan

Internship Radar Kediri • Sabtu, 17 Mei 2025 | 00:10 WIB
KTM Hadapi Kendala Baru di GP Prancis, Grip Ban Basah Jadi Sorotan
KTM Hadapi Kendala Baru di GP Prancis, Grip Ban Basah Jadi Sorotan

JP Radar Nganjuk — Tim pabrikan KTM kembali dihadapkan pada tantangan teknis dalam balapan MotoGP seri Prancis yang berlangsung di Sirkuit Le Mans akhir pekan lalu.

Hujan yang mengguyur sirkuit sejak pagi membuat balapan berlangsung dalam kondisi basah dan memaksa para pembalap mengubah strategi secara cepat, termasuk duo KTM, Pedro Acosta dan Maverick Vinales.

Maverick Viñales harus menerima kenyataan menyelesaikan balapan di posisi kelima, meski sempat menunjukkan potensi besar.

Pembalap asal Spanyol itu terkena penalti dua kali long-lap akibat mengganti ban saat sighting lap terakhir.

Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah perasaan tidak nyaman yang ia rasakan saat melaju di trek lurus utama.

Vinales mengaku ban belakang motornya kehilangan traksi, membuat motor sulit berakselerasi maksimal.

“Kami punya banyak masalah, terutama ketika motor melaju kencang di trek lurus.

Rasanya ban tidak menggigit aspal dan saya kehilangan banyak waktu di situ,” ujar Vinales.

Ia menyebut kondisi lintasan yang basah memperparah kelemahan yang sudah ada di sektor grip belakang motor KTM.

Viñales juga menegaskan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya membalap dengan motor KTM dalam kondisi full wet.

Ia menilai timnya belum memiliki cukup data dan referensi untuk menyetel motor secara optimal dalam kondisi seperti itu.

“Kita memang butuh lebih banyak pengalaman dalam kondisi hujan. Setup dan respons motor jelas berbeda,” tambahnya.

Di sisi lain, hasil positif justru datang dari rekan setimnya, Pedro Acosta.

Pebalap muda asal Spanyol itu tampil konsisten dan sukses finis di posisi keempat.

Ini menjadi hasil terbaiknya sejauh musim ini berjalan.

Acosta mengaku cukup puas dengan pencapaian tersebut meski mengakui sempat kebingungan dalam memilih ban yang tepat sebelum balapan dimulai.

"Awalnya sempat ragu mau pakai ban basah atau kering. Tapi akhirnya kami ambil keputusan yang tepat. Ini jadi pengalaman berharga buat saya,” ucap Acosta.

Meski belum berhasil naik podium, hasil ini menjadi indikasi bahwa KTM memiliki potensi besar jika bisa menyelesaikan masalah teknis secara menyeluruh.

Pihak tim menyatakan akan segera melakukan evaluasi terhadap performa motor RC16 dalam kondisi hujan.

Data dari balapan di Le Mans akan digunakan untuk mengembangkan solusi teknis jelang seri-seri selanjutnya.

MotoGP musim ini masih panjang. KTM percaya bahwa dengan perbaikan di sektor grip dan adaptasi dalam segala kondisi cuaca, mereka mampu bersaing lebih ketat dengan tim-tim papan atas seperti Ducati dan Aprilia.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Editor : Miko
#masalah #motogp #kendala #sorotan #ktm