Silverstone, JP Radar Nganjuk – Fabio Quartararo mengalami nasib tragis di MotoGP Inggris.
Meski memimpin 11 lap pertama usai start ulang, pembalap Monster Energy Yamaha itu terpaksa mundur karena masalah teknis.
Usai balapan, Quartararo tampak emosional dan menangis di pinggir lintasan.
Awal Sempurna, Akhir Mengecewakan
Quartararo memulai balapan dari posisi pole dan menunjukkan performa luar biasa.
Ia memilih ban depan kompon lunak (soft), berbeda dari mayoritas pembalap, dan strategi ini sukses besar.
Sejak awal lap, ia langsung membuka jarak dari lawan-lawannya, termasuk Marco Bezzecchi yang akhirnya keluar sebagai juara.
Baca Juga: Ini Aturan MotoGP yang Bikin Marc Marquez & Alex Marquez Bisa Balapan Ulang di British GP
Namun di lap ke-12, bencana datang. Perangkat ride height device di motornya mengalami kegagalan dan macet dalam posisi aktif saat memasuki Tikungan 6.
Hal ini membuat motornya tidak stabil dan sulit dikendalikan, hingga ia harus menyudahi balapan lebih awal.
“Sakit hati banget,” kata Quartararo dalam sesi wawancara usai balapan.
“Saya tahu satu-satunya cara untuk cepat hari ini adalah ngerem sekuat mungkin dari lap pertama. Dan itu saya lakukan.”
Baca Juga: Ini Aturan MotoGP yang Bikin Marc Marquez & Alex Marquez Bisa Balapan Ulang di British GP
Potensi Kemenangan yang Hilang
Quartararo menyebut dirinya tampil sangat baik dan mampu mengendalikan ritme balapan dengan sempurna.
“Bezzecchi sempat mendekat satu lap, tapi lap berikutnya saya bisa kembali menjauh. Saya merasa kontrol penuh,” ungkapnya.
“Tapi perangkat itu rusak dan tidak bisa balik ke posisi normal. Saya belum pernah merasa sebaik ini sejak lama.”
ang membuatnya semakin terpukul, Quartararo percaya dirinya punya peluang besar untuk menang.
Terakhir kali ia meraih kemenangan adalah di MotoGP Jerman 2022. Kali ini, harapan itu pupus karena masalah teknis semata.
Baca Juga: Ini Aturan MotoGP yang Bikin Marc Marquez & Alex Marquez Bisa Balapan Ulang di British GP
Dukungan Sahabat yang Menguatkan
Usai balapan, Quartararo kembali tak kuasa menahan air mata ketika ditanya apakah performanya kali ini memberi harapan untuk balapan selanjutnya. Ia menjawab dengan jujur:
“Tentu saja ini memberi harapan. Tapi gila… yang terjadi hari ini tuh nyakitin banget. Karena kami sudah kerja keras, motor makin bagus, dan kami tahu kami cepat.”
Satu momen menyentuh terjadi saat sahabat sekaligus asistennya, Thomas Maubant, datang menghiburnya.
“Dia sahabat terbaik saya. Dia tahu saya luar dalam. Dia bilang saya jelas yang tercepat hari ini.
Tapi hidup kami memang seperti ini – dulu di Jerez saya pole, tapi gir motor rusak. Sekarang ini lagi. Tapi kami akan kembali.”
Baca Juga: Ini Aturan MotoGP yang Bikin Marc Marquez & Alex Marquez Bisa Balapan Ulang di British GP
Quartararo Masih Optimis
Meski kecewa berat, pembalap asal Prancis ini tetap menunjukkan semangat untuk bangkit.
“Saya nggak tahu kapan akan bisa bersaing lagi seperti hari ini. Tapi akan ada trek-trek lain yang cocok buat kami. Kami sudah ada di jalan yang benar,” tutupnya.
Editor : Miko