Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Fabio Quartararo Menangis di Silverstone, tapi Yamaha Kirim Sinyal Bahaya ke Ducati

Miko • Sabtu, 31 Mei 2025 | 01:25 WIB
Photo
Photo

JP Radar Nganjuk - Balapan MotoGP Inggris 2025 berakhir pahit bagi Fabio Quartararo, meski sempat memimpin dan nyaris membawa Yamaha kembali ke podium tertinggi.

Namun, kerusakan pada perangkat ride height di Lap 12 menggagalkan harapan besar tersebut.

Meski kecewa hingga menangis, Quartararo tetap melihat sisi positif: performa Yamaha yang perlahan bangkit dan bisa jadi ancaman nyata bagi dominasi Ducati.

Baca Juga: Luca Marini Cedera Parah saat Tes di Suzuka, Honda MotoGP Konfirmasi Kondisinya

Yamaha Tunjukkan Kebangkitan, Quartararo Optimistis

Dalam wawancara usai balapan, Quartararo menilai performa Yamaha di Silverstone adalah yang terbaik sejak performa mereka mulai menurun tajam pada pertengahan musim 2023.

“Ya, sejauh ini ini grand prix terbaik kami,” kata Quartararo.
“Saya mengendarai motor dengan sangat halus, rasanya kami sangat cepat. Kami memang belum cukup, tapi sedang mengarah ke sana.”

Ia juga menyebut bahwa balapan di Silverstone adalah salah satu yang terbaik dalam tiga tahun terakhir, meskipun hasil akhirnya tidak sesuai harapan.

Baca Juga: Ai Ogura Jalani Operasi Usai Kecelakaan, Targetkan Comeback di MotoGP Aragon

“Saya tahu kapan harus menekan dan kapan harus bermain dengan pengereman karena kondisi angin. Semuanya terkendali... sampai perangkat itu rusak.”

Tanda Bahaya untuk Ducati?

Kebangkitan Yamaha di Silverstone menjadi perhatian serius. Dalam dua seri terakhir, tidak ada pembalap Ducati yang menang sebuah fakta mencolok jika melihat dominasi mereka dalam beberapa musim terakhir.

Setelah Johann Zarco (LCR Honda) menang di Le Mans dan finis kedua di Silverstone, kini giliran Quartararo yang menunjukkan potensi kemenangan hingga insiden teknis merusak segalanya.

Bandingkan dengan Ducati:

- Marc Marquez finis ketiga tapi mengaku mengalami “bencana” dengan motor GP25-nya.

- Pecco Bagnaia masih bergulat dengan masalah teknis sepanjang musim ini.

Situasi ini membuat pabrikan Jepang seperti Yamaha dan Honda menunjukkan sinyal kebangkitan, sementara Ducati terlihat semakin kewalahan menghadapi tekanan.

Yamaha Tak Lagi Bergantung pada Quartararo

Kabar baik lainnya bagi Yamaha adalah performa dari pembalap lainnya. Jack Miller, yang membela tim satelit Pramac Yamaha, finis di posisi ke-7 hasil impresif yang menunjukkan bahwa peningkatan performa Yamaha terjadi di seluruh lini.

Selain itu, Quartararo juga memaksimalkan keunggulan Yamaha dalam sesi kualifikasi.

Ia meraih tiga pole position beruntun, membuktikan keunggulan satu lap Yamaha kini sudah kembali kompetitif.

Baca Juga: Hasil Lengkap Tes WorldSBK Misano 2025 Hari Rabu: Bulega Terkencang, Razgatlioglu Pecahkan Rekor!

Dari Air Mata Menuju Harapan Baru

Meski harus dipeluk sahabat dekatnya karena kecewa berat, Quartararo menolak untuk terpuruk. Ia menyampaikan pesan penuh semangat:

“Ini balapan kami. Semua berjalan baik. Saya pikir kami bisa bangga dengan apa yang kami lakukan.”

Dengan tren positif ini, Yamaha mulai terlihat sebagai ancaman nyata untuk Ducati dan pabrikan lainnya di paruh kedua musim MotoGP 2025.

Editor : Miko
#yamaha #motogp #fabio quartararo #ducati