Perjuangan Joan Mir di MotoGP Inggris: Dapat Poin, Tapi Campur Aduk!
JP Radar Nganjuk - Pembalap Repsol Honda, Joan Mir, akhirnya kembali mencetak poin di hari Minggu untuk pertama kalinya sejak seri Argentina.
Di Sirkuit Silverstone, ia menyudahi balapan di posisi ke-10 hasil yang secara angka mungkin positif, namun tetap menyisakan rasa kecewa.
Bermodal hasil sprint race yang kurang menggembirakan, Mir sempat tampil apik di awal balapan utama dengan merangsek dari posisi 12 ke posisi 7 dalam beberapa lap pertama.
Namun, drama pun terjadi ketika balapan menyisakan lima lap terakhir.
Baca Juga: Fabio Quartararo Menangis di Silverstone, tapi Yamaha Kirim Sinyal Bahaya ke Ducati
Ban Belakang “Matang”, Traksi Hilang
“Perasaannya campur aduk,” ucap Joan Mir kepada media. “Saya senang karena dua kali start saya bisa ambil posisi dan sempat bertarung di grup depan.
Tapi semua itu harus saya bayar mahal di akhir balapan.”
Mir menjelaskan bahwa ban belakang motornya “matang” atau aus parah, membuatnya kesulitan saat akselerasi.
“Bayangkan, motor ini saja sudah susah nyusul kalau start di belakang. Tapi kalau bannya sudah habis, di trek lurus saya disalip satu-satu, kadang dua sekaligus,” keluhnya.
Baca Juga: Enea Bastianini Dihubungkan ke Yamaha dan Aprilia Jika Tinggalkan KTM
Situasi itu membuatnya kehilangan banyak posisi dalam waktu singkat. Padahal, menurut Mir, performanya layak untuk finis lebih tinggi.
“Kami harus cari tahu kenapa degradasi ban terjadi lebih cepat. Mungkin dari setup atau elektronik. Detail seperti ini yang bikin beda hasil,” tambahnya.
Honda Masih Belum Konsisten
Meski begitu, tim Honda tetap punya kabar baik. Johann Zarco, pemenang GP Le Mans, kembali jadi pembalap Honda terbaik dengan finish kedua.
Sementara rekan setim Mir, Luca Marini, sempat finish di posisi kedelapan namun akhirnya dihukum penalti tekanan ban dan harus puas di posisi ke-15.
Baca Juga: Marc Marquez Soroti Masalah Ducati GP25: Rasanya Seperti Bencana
Hasil di Silverstone menunjukkan bahwa performa Honda masih naik-turun. Ada progres dari Zarco, tapi Mir dan Marini masih berjuang keras untuk konsistensi.
Editor : Miko