Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pecco Bagnaia Diincar Yamaha? Rumor Panas Mengguncang Paddock Ducati

Miko • Sabtu, 31 Mei 2025 | 08:10 WIB

 

Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia

JP Radar Nganjuk - MotoGP 2025 baru memasuki putaran ketujuh, namun drama besar sudah menggegerkan paddock.

Juara dunia dua kali, Francesco Bagnaia, atau akrab disapa Pecco, mulai digoyang isu hengkang ke Yamaha.

Rumor ini semakin kencang berhembus dari Italia, menyebut Yamaha tengah merayu sang bintang Ducati untuk membelot di musim depan.

Dominasi Ducati Retak, Pecco Tertinggal Jauh

Pecco memulai musim ini sebagai andalan utama Ducati setelah sukses mengamankan dua gelar dunia.

Namun, musim 2025 berjalan tak sesuai harapan. Dari tujuh balapan, Pecco baru meraih satu kemenangan, yakni di Circuit of the Americas.

Sisanya? Deretan hasil mengecewakan, termasuk kecelakaan yang menghapus peluangnya di Silverstone.

Kini, ia tertinggal 72 poin dari rekan setimnya sendiri, Marc Márquez, yang justru tampil gemilang bersama motor baru Ducati GP25.

Baca Juga: Fabio Quartararo Menangis di Silverstone, tapi Yamaha Kirim Sinyal Bahaya ke Ducati

GP25: Senjata Makan Tuan?

Motor anyar Ducati, GP25, yang digadang-gadang sebagai penyempurna dari GP24, justru menjadi masalah bagi Pecco.

Dalam beberapa wawancara, ia mengaku kehilangan rasa percaya diri karena tidak merasakan koneksi dengan motor barunya.

"Saya kehilangan traksi dan merasa seperti bukan pembalap di atas motor saya sendiri," ujar Pecco usai race di Silverstone.

Masalah utama terletak pada degradasi ban belakang dan kurangnya traksi, membuat Pecco kesulitan menjaga ritme balapan.

Bahkan, dia sempat menyebut bahwa motornya "tidak memberikan rasa apa pun" sebuah pernyataan yang mengkhawatirkan datang dari seorang juara dunia.

Ducati Tutup Pintu untuk GP24

Salah satu solusi yang diajukan pengamat dan fans adalah kembali menggunakan GP24 motor yang membawa Pecco meraih 11 kemenangan musim lalu.

Namun, Ducati menolaknya mentah-mentah. Bos tim, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa kembali ke motor lama bukanlah pilihan dan tim tetap percaya pada pengembangan GP25.

Baca Juga: Joan Mir Ungkap Frustrasi Usai Finish P10 di GP Inggris: “Bayangkan, Mereka Salip di Trek Lurus!”

Tim Satelit Makin Menyerang

Menariknya, bukan hanya Pecco yang kesulitan dengan GP25. Ducati mengalami akhir pekan yang buruk di Silverstone secara keseluruhan.

Namun, performa cemerlang Alex Márquez meski sempat crash dan harus ganti motor menunjukkan bahwa tim satelit seperti Gresini Racing bisa jadi kartu truf Ducati musim ini.

“Kalau bukan karena crash, Alex bisa menang dengan tangan di belakang punggung,” kata Pecco memuji.

Yamaha Mengintai: "Mimpi Terlarang"

Kini, rumor panas datang dari Italia. Media Sky Italia mengabarkan bahwa Yamaha sedang menjadikan Pecco sebagai "mimpi terlarang".

Tim asal Jepang itu berambisi membangun skuad tangguh bersama Fabio Quartararo, dan membutuhkan satu rider elite lagi untuk membawa mereka kembali ke papan atas.

Bos baru Yamaha, Paolo Pavesio, disebut sangat menginginkan Pecco, meski kontraknya dengan Ducati masih berjalan hingga akhir 2026.

Baca Juga: Fabio Quartararo Menangis di Silverstone, tapi Yamaha Kirim Sinyal Bahaya ke Ducati

Sejarah Bisa Terulang?

Langkah Yamaha ini disebut mengingatkan pada keputusan legendaris Valentino Rossi yang pernah pindah dari Ducati ke Yamaha dan menciptakan sejarah baru.

Bagi Pecco, kemungkinan menempuh jalur serupa bisa jadi sangat menggoda terutama jika Ducati gagal mengatasi krisis performa GP25.

 

 

Grid MotoGP Mulai Bergeser

Di sisi lain, rumor kedatangan Toprak Razgatlıoğlu ke Pramac dan potensi pengurangan tim satelit oleh KTM membuat pasar pembalap makin tak terduga.

Jika Yamaha mampu menawarkan peran utama, pengaruh teknis lebih besar, serta rekan tim kompetitif, mereka punya peluang merebut Pecco dari Ducati.

Masa Depan Pecco: Bertahan atau Berubah?

Dengan 15 seri tersisa, peluang gelar dunia Pecco belum sepenuhnya tertutup, namun secara realistis makin menjauh.

Fokusnya kini bukan lagi mengejar gelar, melainkan menentukan masa depan karier. Apakah dia akan tetap setia pada Ducati, atau memilih membuka babak baru bersama Yamaha?

Baca Juga: Joan Mir Ungkap Frustrasi Usai Finish P10 di GP Inggris: “Bayangkan, Mereka Salip di Trek Lurus!”

MotoGP 2025 tak lagi hanya soal kecepatan. Ini adalah soal loyalitas, warisan, dan kekuasaan di balik layar

Editor : Miko
#yamaha #motogp #Pecco Bagnaia #ducati