JP Radar Nganjuk - Pebalap gaek Johann Zarco kembali menjadi sorotan setelah menunjukkan performa luar biasa di paruh pertama musim MotoGP 2025.
Pembalap asal Prancis ini sebelumnya sempat menyatakan ambisi untuk naik ke tim pabrikan Honda mulai musim 2026. Namun kini, angin tampaknya mulai berubah arah.
Zarco mulai memberi sinyal kuat bahwa ia justru ingin tetap bersama LCR Honda, tim satelit yang telah memberinya dukungan penuh sejak musim lalu.
Tampil Apik di Le Mans dan Silverstone
Performa Zarco belakangan ini memang tidak bisa dianggap remeh. Di Le Mans, kampung halamannya, ia berhasil meraih kemenangan impresif, disusul dengan podium lainnya di Silverstone.
Kedua hasil tersebut tidak hanya mengangkat namanya dalam klasemen, tetapi juga meningkatkan citra Honda sebagai pabrikan yang mulai bangkit dari keterpurukan.
Dengan pengalaman dan konsistensinya, Zarco kini menduduki posisi kelima dalam klasemen MotoGP 2025, sekaligus menjadi pembalap non-Ducati dengan posisi terbaik sejauh ini.
Ini jelas menunjukkan bahwa Honda meski bukan unggulan tetap bisa kompetitif bersama pembalap yang tepat.
Dulu Incar Tim Pabrikan, Kini Ingin Bertahan di LCR
Sebelumnya, Zarco secara terbuka menyatakan keinginan untuk naik ke tim pabrikan Honda menggantikan Luca Marini, yang kontraknya akan habis pada akhir musim 2025. Posisi ini jelas sangat diidamkan karena menyandang status sebagai pembalap utama tim Jepang tersebut.
Namun situasi tampaknya berubah. Dalam wawancara dengan Sky Italia saat di Silverstone, Zarco mengisyaratkan bahwa bertahan di LCR bisa jadi merupakan opsi terbaik.
"Hubungan saya dengan Honda dan Cecchinello sangat baik," ujar Zarco.
"Bahkan di tim Lucio, kami bisa mendapatkan lebih banyak dukungan dan menjadi motor pabrikan ketiga."
Zarco pun menambahkan bahwa ia sedang mempertimbangkan bagaimana caranya agar bisa tetap di LCR dan menjadi pembalap nomor satu Honda, meski bukan di tim pabrikan secara resmi.
Lucio Cecchinello dan Rencana Honda
Lucio Cecchinello, bos LCR Honda, tampaknya juga mendukung ide tersebut. Ia bahkan memberi sinyal bahwa Honda bisa saja merekrut bintang lain dari luar untuk memperkuat line-up mereka musim depan. Artinya, Honda tidak sepenuhnya mengandalkan Zarco untuk kursi pabrikan.
Sinyal ini menimbulkan spekulasi bahwa Honda tengah mempertimbangkan sejumlah opsi — termasuk nama-nama seperti Pedro Acosta dan Jorge Martin yang sempat disebut dalam rumor bursa transfer.
Bagaimana Nasib Luca Marini?
Luca Marini, yang saat ini menjadi pembalap pabrikan Honda, juga tengah berada dalam posisi tidak pasti. Kontraknya akan habis di akhir musim, dan hingga kini belum ada konfirmasi mengenai perpanjangan.
Menariknya, Marini juga menyatakan masih ingin bertahan di Honda, dan sedang dalam pembicaraan untuk memperpanjang masa kerjanya. Namun jika Zarco bertahan di LCR dan Honda tidak memperpanjang kontrak Marini, maka kursi kosong itu bisa menjadi rebutan.
Jorge Martin, Espargaro, dan Opsi Lainnya
Kondisi ini membuka peluang bagi Jorge Martin, yang berpotensi meninggalkan Aprilia jika negosiasi kontraknya gagal.
Jika Martin pindah ke Honda, ia akan bertemu kembali dengan sahabatnya Aleix Espargaro, yang kini menjabat sebagai pembalap penguji Honda.
Namun, Espargaro membantah telah mendorong Martin untuk meninggalkan Aprilia. Ia menyatakan tidak ikut campur dalam keputusan karier Martin.
Sementara itu, bos Honda Alberto Puig menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mendekati pembalap mana pun yang masih terikat kontrak dengan pabrikan lain.
Pernyataan ini seakan meredam rumor pendekatan terhadap Martin atau pembalap lainnya.
Pedro Acosta Jadi Target Jangka Panjang?
Di sisi lain, nama Pedro Acosta juga terus muncul sebagai calon rekrutan impian Honda. Acosta sendiri sudah dipastikan akan bergabung dengan KTM mulai 2026, namun ketertarikan Honda terhadap sang pembalap muda tetap tak bisa dipungkiri.
Jika Honda berhasil meyakinkan Acosta untuk menandatangani kontrak jangka panjang, maka masa depan line-up pabrikan Jepang ini bisa sangat menjanjikan — meski harus menunggu setidaknya satu musim lagi.
Baca Juga: Jonathan Rea Alami Terobosan di Yamaha, Tapi Masih Pusing Soal Performa
Zarco Bisa Jadi Pilar Kebangkitan Honda?
Di tengah semua spekulasi tersebut, keputusan Zarco untuk bertahan di LCR bisa menjadi langkah strategis.
Bukan hanya karena ia sudah memahami karakter motor Honda, tetapi juga karena kepribadiannya yang tenang dan pengalaman panjangnya di MotoGP membuatnya bisa menjadi pemimpin tim yang efektif.
Bila benar ia tetap di LCR dengan status sebagai pembalap “pabrikan ketiga”, maka bukan tak mungkin Zarco akan menjadi pilar penting dalam proses kebangkitan Honda dari keterpurukan beberapa musim terakhir.
Baca Juga: Rumor Kepindahan MotoGP Toprak Razgatlioglu Dikonfirmasi: Siap Gabung Pramac Yamaha di 2026
Zarco, Honda, dan Masa Depan yang Tak Pasti
Perjalanan Johann Zarco di MotoGP memang penuh warna. Dari pembalap satelit yang hampir meraih kemenangan, ke tim pabrikan KTM yang gagal, hingga kini mendekati karier terbaiknya bersama LCR Honda, Zarco menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk tampil kompetitif.
Meskipun ia sempat mengincar promosi ke tim pabrikan, kenyataan bahwa ia bisa menjadi pusat proyek Honda dari dalam LCR tampaknya lebih menggoda.
Dan jika benar Honda memberi dukungan teknis penuh untuk LCR, maka posisi Zarco justru bisa lebih menguntungkan dibandingkan sekadar status formal sebagai pembalap pabrikan.
Baca Juga: Stefano Manzi: Dari Bibit Muda Italia ke Kandidat Kuat Naik Kelas di WorldSBK
MotoGP 2026 masih jauh, tetapi teka-teki masa depan line-up Honda mulai menarik untuk diikuti.
Zarco bisa saja menjadi jawaban jangka pendek yang solid sembari membuka jalan bagi talenta baru seperti Acosta untuk masa depan.
Editor : Miko