Menuju Aragon: Saatnya Bangkit atau Tumbang Lagi?
JP Radar Nganjuk - Setelah lima pemenang berbeda dalam lima balapan terakhir, MotoGP 2025 kini menginjakkan gas menuju Sirkuit MotorLand Aragon.
Balapan ini bukan sekadar satu seri biasa melainkan ujian mental dan teknis bagi para tim papan atas, terutama Ducati yang sedang mengalami krisis performa langka.
Di sisi lain, Marc Marquez tiba dengan semangat membara. Musim lalu ia tampil dominan di Aragon bersama Gresini.
Dan kini sang pemimpin klasemen sementara siap mempertahankan statusnya meski ancaman dari pabrikan lain tak bisa dianggap remeh.
Baca Juga: Johann Zarco Berbalik Arah, Pilih Bertahan di LCR Honda?
Tren Mengejutkan: Lima Balapan, Lima Pemenang
Musim 2025 menjadi salah satu musim paling tidak terduga dalam sejarah MotoGP. Dalam lima seri terakhir, kita menyaksikan:
-
Johann Zarco (Honda) memenangi GP Le Mans dalam kondisi basah.
-
Marco Bezzecchi (Aprilia) tampil menakjubkan di Silverstone.
-
Marc Marquez terus konsisten dengan podium meski jatuh bangun.
-
Kemenangan demi kemenangan berganti tangan, tanpa dominasi mutlak dari satu pabrikan pun.
Kondisi ini menunjukkan betapa kompetitifnya grid saat ini, sekaligus memperlihatkan bahwa dominasi satu tim seperti yang dilakukan Ducati sebelumnya, bisa goyah kapan saja.
Baca Juga: Rumor Kepindahan MotoGP Toprak Razgatlioglu Dikonfirmasi: Siap Gabung Pramac Yamaha di 2026
Krisis Mini Ducati: 3 Kekalahan Beruntun
Ducati datang ke Aragon dengan membawa beban berat: tiga kekalahan beruntun.
Hal ini terakhir kali terjadi pada awal musim 2021, ketika Yamaha mengawali musim dengan tiga kemenangan lewat Maverick Vinales dan Fabio Quartararo.
Kini, sejarah tampaknya berulang tapi dengan Ducati di posisi sebaliknya.
Rekor 22 kemenangan beruntun yang mereka torehkan sejak Jerez 2024 akhirnya patah di Le Mans.
Lebih menyakitkan lagi, dua kekalahan selanjutnya terjadi di lintasan kering, kondisi yang biasanya menjadi kekuatan Ducati.
Jika bukan karena kegagalan teknis pada motor Fabio Quartararo di Silverstone, Ducati mungkin bahkan gagal naik podium di GP tersebut.
Sebuah sinyal kuat bahwa mereka harus segera melakukan evaluasi teknis.
Baca Juga: Stefano Manzi: Dari Bibit Muda Italia ke Kandidat Kuat Naik Kelas di WorldSBK
Marquez: Raja Aragon dan Harapan Gresini
Marc Marquez kembali ke Aragon dengan satu misi: mempertahankan tahta.
Musim lalu, dia menyapu bersih sesi latihan, kualifikasi, hingga race day di sirkuit ini membuktikan bahwa Aragon adalah kandang sejatinya.
Kini bersama Gresini Ducati, Marquez memimpin klasemen dan menjadi tumpuan utama tim Italia tersebut.
Meski mengalami kecelakaan pada start awal di Silverstone, Marquez tetap bangkit dan finis ketiga membuktikan konsistensinya sebagai pembalap paling tangguh musim ini.
“Saya suka karakteristik Aragon. Banyak tikungan cepat dan area pengereman keras, cocok dengan gaya saya,” ujar Marquez saat konferensi pers.
Ancaman dari Aprilia dan Honda
Aprilia dan Honda kini menjadi ancaman baru. Bezzecchi tampil luar biasa untuk Aprilia, memanfaatkan setting motor yang pas dengan kondisi sirkuit.
Sementara itu, Johann Zarco kembali menemukan performa terbaiknya bersama Honda.
Jika kedua pabrikan ini mampu menjaga momentum, Ducati akan menghadapi tantangan berat di sisa musim ini terutama dalam mempertahankan peluang gelar konstruktor.
Editor : Miko