Regulasi Baru MotoGP 2027: Lebih Fokus pada Skill, Bukan Teknologi
JP Radar Nganjuk - Joan Mir menilai regulasi baru MotoGP 2027 membawa dampak besar bagi keselamatan pembalap dan kualitas balapan.
Dengan pengurangan kapasitas mesin dari 1000cc menjadi 850cc, serta pelarangan perangkat ride-height, balapan akan kembali menitikberatkan pada skill pembalap.
“Kalau kecelakaan terjadi dengan kecepatan 2-3 detik lebih lambat, dampaknya jauh lebih ringan,” kata Mir.
Baca Juga: Akankah Jack Miller Tersingkir demi Toprak Razgatlioglu?
Aero dan Elektronik Terlalu Dominan Saat Ini
Menurut Mir, saat ini peran aero dan sistem elektronik membuat motor nyaris ‘sempurna’, sehingga pembalap memiliki ruang manuver yang sangat terbatas.
"Kalau terlalu push di awal, ban akan habis. Tapi sekarang, semuanya bisa dikontrol itu justru membatasi perbedaan antar pembalap."
Baca Juga: Eksklusif: Bos VR46 Bicara Tekanan Usai Kejayaan Pramac dan Target Podium Musim Ini
Ban Pirelli di MotoGP 2027: Tidak Jadi Keuntungan Besar?
Dengan adanya transisi dari ban Michelin ke Pirelli pada 2027, muncul pertanyaan apakah pembalap dari Moto2 atau WorldSBK akan lebih diuntungkan. Tapi Mir menilai tidak.
“Karakteristik ban akan tetap berbeda. Ban Superbike pun tidak akan cocok jika langsung dipasang ke motor MotoGP,” jelas Mir.
Ia menegaskan bahwa adaptasi tetap kunci utama, mengingat MotoGP punya kebutuhan yang unik soal setup dan rigiditas motor.
Joan Mir: Dari Moto3 ke Juara Dunia MotoGP
Joan Mir adalah contoh pembalap yang sukses beradaptasi dari kelas bawah. Setelah juara dunia Moto3 2017,
ia tampil konsisten di Moto2 dan akhirnya menjuarai MotoGP pada 2020 bersama Suzuki, hanya di musim keduanya.
MotoGP 2027 Lebih Manusiawi?
Regulasi baru MotoGP 2027 yang menekankan pengurangan teknologi dan peningkatan faktor manusia dianggap Mir sebagai arah yang positif.
Bukan hanya lebih aman, tapi juga bisa membuat balapan lebih seru dan menonjolkan keahlian pembalap.
Baca Juga: Akankah Jack Miller Tersingkir demi Toprak Razgatlioglu?
Editor : Miko