JP Radar Nganjuk - Francesco Bagnaia menegaskan bahwa membandingkan Ducati GP25 dengan motor musim lalu bukanlah solusi.
Juara dunia dua kali MotoGP itu memilih untuk fokus meningkatkan "feeling" pada bagian depan motor barunya, menyusul hasil kurang memuaskan di Silverstone dan selisih poin yang makin menjauh dari pemuncak klasemen, Marc Marquez.
Baca Juga: Marc Marquez Angkat Bicara soal Drama Jorge Martin dan Aprilia
Bagnaia hanya finis keenam dalam Sprint dan gagal finis di Grand Prix Inggris. Kini, ia tertinggal 72 poin dan akan menghadapi tantangan besar di Aragon,
sirkuit tempat ia pernah mencatat kemenangan perdananya di MotoGP pada 2021, namun juga mengalami mimpi buruk tahun lalu akibat insiden dengan Alex Marquez.
"Saya tak ingin lagi membandingkan motor tahun lalu dan tahun ini. Itu tidak membantu teknisi, juga tidak berguna untuk pengembangan," ujar Bagnaia dikutip Radar Nganjuk.
Komentar Bagnaia turut didukung oleh rekan sesama Ducati, Fabio Di Giannantonio, yang menyebut feeling depan GP25 seperti "filter" yang membatasi performa maksimal.
"Kami sudah sedikit meningkat sejak Silverstone, tapi motor ini masih menyimpan tantangan di bagian depan," ujar Diggia.
Baca Juga: Rumor Panas: Tiga Tim Siap Gaet Bagnaia Jika Tinggalkan Ducati
Data Marquez Bisa Jadi Petunjuk Baru
Menariknya, Bagnaia mengakui bahwa performa buruk Marc Marquez di Silverstone justru memberi data penting bagi tim.
Saat ditanya soal prioritas antara grip depan atau belakang, Bagnaia menjawab tegas:
"Saya lebih butuh kepercayaan di bagian depan. Saya bisa kompromi dengan grip belakang, tapi bagian depan harus tajam dan sensitif."
Aragon Jadi Momen Evaluasi Besar
GP Aragon akhir pekan ini tak hanya menjadi balapan penting, tapi juga momen evaluasi karena akan dilanjutkan dengan tes tengah musim pada hari Senin.
"Tes ini sangat penting. Semakin banyak lap, semakin besar peluang kami memperbaiki motor," ujar Bagnaia.
Baca Juga: Joan Mir: Regulasi MotoGP 2027 Penting Demi Keselamatan dan Skill Pembalap
Dalam sesi tes tersebut, Bagnaia juga dijadwalkan mencoba sasis baru Ducati yang lebih dulu digunakan oleh Marc Marquez.
Hasil pengujian ini bisa menjadi kunci apakah Ducati GP25 benar-benar mampu menyamai kestabilan dan feeling GP24 yang legendaris di lintasan.
Baca Juga: Akankah Jack Miller Tersingkir demi Toprak Razgatlioglu?
Kini, Bagnaia berharap bisa kembali menemukan perasaannya dengan motor seperti saat kemenangan historis melawan Marquez di Aragon 2021.
"Itu balapan yang tak akan saya lupakan. Saya ingin mengulang momen itu, semangat itu, dan hasil itu," tutupnya optimistis.
Editor : Miko