JP Radar Nganjuk – Pelatih Utama Tim Nasional Indonesia mengungkapkan mengapa Indonesia bisa Kalah telak 6-0 dengan Timnas Jepang.
Pertemuan antara timnas Indonesia dengan timnas Jepang terjadi pada Selasa (10/6). Kali ini, Jepanhg akan menjadi tua rumah dan menyambut timnas Indonesia di Stadion Panasonic Suita, Osaka.
Kluivert mengungkapkan bahwa level antara kedua tim tersebut memiliki perbadaan yang signigfikan. Menurut kluivert, timnas Jepang sudah memiliki level setara dengan tim piala dunia.
Atas alasan inilah kluivert memaklumi bahwa tim asuhannya tersebut harus menerima kekalahaan bahkan pembantaian dari timnas Jepang dengan skor 6-0.
Meskipun Timnas Indonesia berhasil meemberikan sedikit perlawanana pada menit awal pertandiingan, timnas Indonesia tetap saja kalah dalam segi kulaitas dan pengalaman dari timnas jepang.
“Tentu saja, saya pikir beberapa menit pertama kami baik-baik saja. Namun, tim ini (Jepang), saya juga mengatakannya kemarin, memiliki banyak kualitas dan level Piala Dunia," kata Patrick usai laga, dikutip Selasa (10/6/2025).
Hal ini terbukti dari penampilan timnas jepang yang sangat mendominasi dalam match terakhir timnas jepang. Timnas Jepang berhasil memegang dominasi boa dan berhasil menguasai hampir menguasai semua daerah lapangan.
"Secara individu dan kolektif. Tim yang hebat. Apalagi yang bisa saya katakan? Tentu saja saya sangat kecewa dengan hasilnya," tambahnya Kluivert.
Dari pengalaman pembantaian tersebut, Timnas Indonesia mendapat banyak sekali pengalaman dalam menghadapi tim kuat sekelas Jepang.
Pelatih asal Belanda tersebut mengatakan Indonesia harus segera mengevaluasi pertandingan tersebut dan belajar dari kesalahan.
Ditambah lagi, Indonesia akan masuk ke dalam putaran keempat kualifikasi piala dunia 2026.
Kami perlu belajar dari situasi ini. Saya pikir ini adalah momen pembelajaran yang sangat penting secara individu, sebagai pelatih, tetapi juga sebagai tim. Kami perlu belajar dari situasi ini," sambung Kluivert.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira