JP Radar Nganjuk –Legenda MotoGP Jorge Lorenzo memberikan penilaian tajam soal masa depan Toprak Razgatlıoğlu, pembalap asal Turki yang kini bersinar di ajang WorldSBK.
Menurut Lorenzo, gaya balap agresif Toprak justru tidak cocok dengan karakter motor Yamaha di MotoGP.
“Yamaha dikenal sebagai motor yang menuntut gaya balap halus dan presisi. Sementara Toprak punya gaya yang meledak-ledak dan agresif. Kalau dipaksakan, justru bisa jadi kontraproduktif,” ujar Lorenzo dikutip Radar Nganjuk dalam wawancara bersama Crash.net.
Nama Toprak memang kerap dikaitkan dengan kemungkinan naik kelas ke MotoGP.
Bahkan, belakangan beredar kabar bahwa ia bisa bergabung dengan tim satelit Yamaha pada musim 2026.
Namun Lorenzo mengingatkan agar Yamaha tak gegabah dalam mengambil keputusan, apalagi jika itu berarti harus melepas pembalap seperti Franco Morbidelli hanya untuk memberi tempat bagi Toprak.
“Toprak punya talenta besar, tapi MotoGP bukan arena yang mudah. Motor di kelas ini jauh berbeda dibanding Superbike.
Jika tidak hati-hati, dia bisa kesulitan beradaptasi dan gagal menunjukkan performa terbaiknya,” lanjut juara dunia tiga kali itu.
Menurut Lorenzo, Toprak justru akan lebih cocok membela tim yang menggunakan motor seperti Ducati atau Aprilia.
Dua pabrikan tersebut dikenal lebih ‘ramah’ bagi pembalap dengan gaya balap agresif, dan bisa membantu Toprak menampilkan potensi terbaiknya.
Meski demikian, Lorenzo tak menutup kemungkinan Toprak bisa sukses di MotoGP, asalkan ia mampu menyesuaikan diri dengan karakter motor dan ritme balapan.
Baca Juga: Duel Seru Acosta vs Bagnaia di MotoGP Aragon: Pertarungan Ketat Penuh Sportivitas
“Yamaha butuh pembalap yang sabar, cerdas, dan bisa memahami karakter motor mereka. Bukan hanya cepat, tapi juga halus,” pungkasnya.
Kini, spekulasi soal masa depan Toprak masih terus bergulir. Publik pun penasaran, apakah pembalap bernomor 54 itu akan mencoba tantangan di MotoGP, atau tetap melanjutkan dominasinya di WorldSBK.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Polteknik Negeri Madiun (PNM)
Editor : Miko