Bos Aprilia Racing, Massimo Rivola, menanggapi santai kabar sengketa kontrak Jorge Martin, bahkan tak segan menyebut bahwa pihaknya siap membawa perkara tersebut ke jalur hukum jika diperlukan.
Rivola menegaskan bahwa Martin tidak bebas kontrak untuk MotoGP 2026, meski sebelumnya sang manajer pembalap, Albert Valera, menyatakan sebaliknya.
Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi bahwa Martin berpotensi hengkang dari Aprilia setelah hanya tampil sekali musim ini karena cedera.
Baca Juga: Ini Permintaan Manuel Gonzalez Usai Coba Motor MotoGP
"Jelas, dia tidak akan bebas pada 2026. Kalau harus ke pengadilan, biar hakim yang memutuskan. Tapi kami cukup santai," kata Rivola dalam wawancara dengan TNT Sports di GP Belanda, Minggu (30/6).
Valera sebelumnya mengklaim bahwa Honda menjadi opsi Martin jika keluar dari Aprilia.
Namun Team Manager Honda HRC, Alberto Puig, menyatakan belum ada pembicaraan konkret sampai status kontrak Martin jelas.
Cedera Jadi Penghambat, Target Kembali di GP Ceko
Setelah hanya turun di GP Qatar dan mengalami kecelakaan, Martin absen dari lintasan akibat cedera beruntun sejak tes pramusim.
Aprilia kini menjadwalkan uji coba privat di Misano pada 9 Juli, untuk menilai kesiapan sang juara bertahan.
"Jika secara medis dia siap, kami akan tes di Misano. Jika oke, kami evaluasi kapan dia siap balapan," ujar Rivola.
Baca Juga: Luar Biasa! Soekarno Run 2025 Nganjuk, 20 Ribu Peserta Tumpah Ruah Bareng Artis Ibukota
GP Ceko di Brno (18–20 Juli) disebut sebagai target realistis comeback Martin. Rivola menyebut, tampil sebelum libur musim panas akan membantu Martin memulihkan ritme dan kepercayaan diri.
“Jika dia bisa melakukan satu balapan sebelum jeda, itu bagus secara mental dan fisik. Langkah berikutnya adalah membuktikan dirinya lagi,” tambahnya.
Editor : Miko