JP Radar Nganjuk - Akhir pekan ini, MotoGP akan menyapa Sachsenring, sirkuit yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang Marc Marquez di kelas utama.
GP Jerman 2025 tak sekadar balapan rutin, tapi juga menandai momen bersejarah: Grand Prix ke-200 bagi Marquez di level MotoGP.
Baca Juga: Kontingen Nganjuk Tak Mampu Penuhi Target Porprov Jatim 2025
Sejak pertama kali menapaki Sachsenring pada 2010 di kelas 125cc, Marquez seolah punya ikatan emosional dengan sirkuit ini. Ia mengantongi kemenangan pertamanya di Jerman saat itu, lalu menambah dua trofi di kelas Moto2.
Dominasi Marquez makin menjadi sejak naik ke kelas MotoGP tahun 2013. Ia meraih tujuh kemenangan berturut-turut di Sachsenring hingga 2019.
Namun, kisah manis itu sempat berhenti sementara. Cedera parah yang menimpanya di 2020 membuat kariernya berguncang. Meski sempat bangkit dan menang di Sachsenring pada 2021, hubungan Marquez dengan trek ini mulai berubah.
Tahun 2023 menjadi titik balik. Di tengah akhir pekan kelam dengan lima kecelakaan dan cedera baru, Marquez akhirnya menyadari: ini saatnya pisah jalan dengan Honda.
Baca Juga: Mega Tetap Memakai No 8 Di Liga 1 Voli Putri Turki?
Keputusan yang emosional diambil tepat setelah GP Jerman usai. Ia meninggalkan kontrak mewah setahun lebih awal demi bergabung ke tim satelit Gresini Ducati, mengincar motor yang lebih kompetitif.
Kini, dua tahun berselang, Marquez datang ke Sachsenring dengan status berbeda: pembalap tim pabrikan Ducati. Performa impresifnya musim ini memicu spekulasi bahwa kemenangan ke-12 di tanah Jerman bisa terjadi akhir pekan ini. Apalagi, Sachsenring selalu punya "sentuhan khusus" bagi rider Spanyol tersebut.
Grand Prix ke-200: Tonggak Penting Sang Juara
GP Jerman 2025 juga menjadi balapan ke-200 Marquez di kelas premier. Sebuah pencapaian langka, menempatkannya di posisi ke-9 dalam daftar pembalap MotoGP dengan balapan terbanyak. Ia kini mendekati rekor Jorge Lorenzo (203 balapan).
Di atasnya, masih ada nama-nama besar seperti Dani Pedrosa (219), Andrea Dovizioso (248), Aleix Espargaro (255), hingga legenda Valentino Rossi (372).
Sachsenring: Sirkuit Tradisional nan Bersejarah
Sachsenring sendiri bukan sekadar sirkuit modern. Dengan sejarah GP Jerman yang dimulai sejak 1952, balapan ini sudah berlangsung selama 73 tahun. Meski beberapa kali berpindah lokasi dari Solitude hingga Nürburgring Sachsenring akhirnya menjadi tuan rumah tetap sejak 1998.
Selama 38 kali penyelenggaraan GP Jerman di Sachsenring, Marc Marquez masih memegang rekor kemenangan terbanyak, yakni delapan kali. Ia unggul atas legenda-legenda seperti Giacomo Agostini (6 kali), Valentino Rossi, Dani Pedrosa, dan Mike Hailwood (masing-masing 4 kali).
Baca Juga: Persenga Nganjuk U-17 Target Juara di Piala Soeratin U-17 2025
MotoGP Jerman 2025 akan lebih dari sekadar balapan. Ini adalah panggung emosional bagi Marc Marquez, yang kembali ke tempat ia pernah berjaya, tersungkur, lalu bangkit. Apakah Sachsenring akan menjadi saksi kejayaan ke-12 sang juara? Kita tunggu akhir pekan ini.
Editor : Miko