Viktor Gyokeres terancam sanksi dari Sporting CP setelah absen dari latihan pramusim. Padahal striker asal Swedia itu dijadwalkan kembali ke klub pada Jumat (12/7), setelah sebelumnya diberikan izin untuk memperpanjang masa libur.
Presiden Sporting, Frederico Varandas, mengonfirmasi bahwa pemain andalan mereka akan dikenai tindakan disipliner setelah tidak hadir dalam sesi latihan pada Sabtu. Ketidakhadiran Gyokeres terjadi di tengah spekulasi transfer ke Arsenal yang terus memanas.
The Gunners disebut telah melakukan negosiasi intens dengan Sporting untuk mendatangkan pemain 27 tahun itu. Namun, kedua pihak belum mencapai kata sepakat terkait harga transfer. Sporting mematok harga sebesar £69 juta, sementara Arsenal belum bersedia memenuhi angka tersebut.
Baca Juga: Practice MotoGP Jerman: Di Giannantonio Rusak Dominasi Marquez di Sachsenring
“Kami tenang. Semua bisa diselesaikan dengan bursa transfer, denda besar, dan permintaan maaf kepada tim,” ujar Varandas. Ia juga menegaskan bahwa klub tidak akan tunduk pada tekanan dari pihak luar yang mencoba mempercepat kepergian sang pemain.
Jika transfer gagal, Sporting disebut siap mempertahankan Gyokeres selama tiga tahun ke depan. “Kalau mereka tak mau bayar sesuai nilai pasar, kami sangat nyaman mempertahankannya,” lanjut Varandas.
Baca Juga: Manchester United Lakukan Perombakan: Calvert Lewin Masuk, Onana Keluar?
Gyokeres tampil luar biasa sejak bergabung dari Coventry City pada 2023 dengan nilai transfer sekitar £20 juta. Dalam dua musim di Portugal, ia mencetak 97 gol dari 102 pertandingan. Musim lalu, ia membukukan 54 gol dari 52 laga di semua kompetisi, termasuk hat-trick ke gawang Manchester City di Liga Champions. Ia juga membantu Sporting meraih gelar liga dan Piala Portugal.
Baca Juga: Rashford Akan Gabung ke Barcelona?
Jika jadi bergabung ke Arsenal, Gyokeres akan kembali ke sepakbola Inggris. Ia pernah memperkuat Brighton dan Coventry, serta menjalani masa peminjaman di St Pauli dan Swansea.
Arsenal masih melanjutkan negosiasi, namun nilai jaminan pembayaran disebut jadi hambatan utama. Klub London itu dikabarkan juga mulai mempertimbangkan target alternatif bila kesepakatan gagal terwujud.
Editor : Miko