Setelah dua musim mencuri perhatian di Liga Voli Korea bersama Jung Kwan Jang Red Sparks, Megawati Hangestri Pertiwi resmi meninggalkan klub yang melambungkan namanya. Sang Megatron memilih tidak memperpanjang kontraknya dan kembali ke tanah air Indonesia pada 10 April 2025.
Namun kejutan datang ketika Megawati diumumkan bergabung dengan Manisa BBSK, klub peserta Turkiye Kadinlar 1 Ligi atau kasta kedua di Liga Voli Turki. Kepindahan ini menjadikannya sebagai pevoli Indonesia pertama yang berkarier di kompetisi Turki.
Di klub barunya, Megawati akan berstatus sebagai pemain asing, sama seperti pemain voli senior asal Jerman, Tanja Grosser.
Jika Megawati dijadikan starter oleh pelatih Gorken Kazan, maka kemungkinan keduanya berpeluang main bersama di musim 2025/2026.
Akan tetapi, di Manisa BBSK ini Megawati tak otomatis jadi pilihan utama. Ia harus bersaing ketat dengan opposite lokal, yaitu Deniz Emrelli.
Lalu siapakah Deniz Emrelli? Ia adalah pemain muda berbakat asal Turki yang bukan menjadi wajah baru lagi di kompetisi.
Ia baru menginjak usia 23 tahun, namun sudah pernah bermain untuk lima klub di liga Turki termasuk di kasta tertinggi, yaitu Sultanlar Ligi.
Klub yang pernah ia bela adalah Nilüfer Belediyespor, Bodrum Belediyesi Bodrumspor, Kayseri Atletik Spor Kulübü, dan klub terakhir sebelum bergabung ke Manisa BBSK adalah Sarıyer Belediyesi.
Dengan tinggi 187 cm dan gaya bermain agresif, Deniz dikenal sebagai pemain komplet dengan kemampuan menyerang dan blocking mumpuni.
Ia bahkan sempat membela timnas U-23 Turki. Tampil dengan tato pegasus di dada, Emrelli juga menjadi salah satu pemain voli putri yang memiliki banyak fans lokal.
Kini, Megawati harus membuktikan bahwa dirinya tak hanya populer, tapi juga layak mengisi posisi inti di tim barunya.
Editor : Jauhar Yohanis