NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Persenga U-17 ingin menjadi tuan rumah babak 32 besar Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2025. Hal itu dilakukan karena Persenga junior ingin memuluskan langkah menjadi juara Piala Soeratin. Apalagi, anak-anak Laskar Singo Barong menjadi juara grup saat babak penyisihan. “Kami mengajukan Stadion Anjuk Ladang sebagai venue babak 32 besar,” ujar Wakil Ketua Umum Persenga Budiono.
Perlu diketahui Persenga lolos ke babak 32 besar dengan tampil ganas. Dari tiga laga, Laskar Singo Barong muda berhasil mendapat tiga kemenangan alias sembilan poin.
Di laga perdana, Persenga menang 2-1 atas Arema FC U-17. Kemudian, di laga kedua Persenga menang telak dengan skor 7-1 atas Naga Emas Asri U-17. Lalu, di laga terakhir, Persenga menang atas tuan rumah PSBI Blitar U-17 dengan skor 1-0.
Dengan tiga kemenangan itu, Persenga lolos sebagai juara grup. Menurut Budiono, juara grup akan lebih diuntungkan. Salah satunya tentang pemilihan kandang di pertandingan berikutnya.
Oleh karena itu, Budiono sedang mengajukan Persenga sebagai tuan rumah di babak 32 besar. Dan dari beberapa pilihan lapangan di Nganjuk, Persenga akhirnya memilih akan menggunakan Stadion Anjuk Ladang.
Untuk mempersiapkan hal itu, Pemkab Nganjuk dan Persenga kini sedang memperbaiki stadion. Salah satunya adalah rumput lapangan. Menurut Budiono, ada beberapa bagian lapangan yang kurang rata. Untuk mengatasinya, kemarin, petugas membawa alat berat untuk melakukan perbaikan.
Baca Juga: Chelsea Jadi Satu-satunya Klub yang Raih Semua Trofi Eropa dan Dunia.
Menurut Budiono, perbaikan dapat dirampungkan hari ini. Dengan begitu Stadion Anjuk Ladang siap digunakan sebagai tuan rumah untuk babak 32 besar.
Lebih lanjut, Budiono menjelaskan beberapa keuntungan ketika Persenga menjadi tuan rumah. Pertama adalah Persenga yang bisa didukung secara langsung oleh supporter. Selain itu, dengan bermain di Nganjuk, maka biaya operasional dapat ditekan. “Sudah lama Persenga tidak main di kandang. Kami ingin bermain dengan ditonton oleh supporter setia,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Miko