Jose Mourinho kembali melontarkan komentar pedas, kali ini ditujukan kepada manajer Manchester City, Pep Guardiola. Dalam wawancara eksklusif bersama Channel 11 Portugal, pelatih anyar Fenerbahce itu menyoroti pendekatan taktik Guardiola sejak awal kedatangannya di City.
Mourinho menilai bahwa keputusan Guardiola untuk memaksakan strategi build-up dari belakang, bahkan saat tak memiliki kiper yang cocok, merupakan contoh taktik yang "keras kepala".
Baca Juga: Chelsea Mulai Negosiasi dengan Ajax untuk Jorrel Hato, Incar Tandem Baru Cucurella
"Kalau kamu mati dengan ide sendiri, itu bodoh," kata Mourinho. "Pelatih harus menyesuaikan diri dengan apa yang dimilikinya. Bermain dari belakang dengan kiper kayu itu berisiko. Guardiola dulu punya Joe Hart, kiper terbaik Inggris saat itu. Tapi dia ingin Claudio Bravo—dan itu belum cukup, jadi dia datangkan Ederson."
Komentar Mourinho muncul saat City sedang dievaluasi usai musim lalu yang penuh cedera dan performa tak konsisten. Kekalahan dari Al-Hilal di Piala Dunia Antarklub serta kegagalan bersaing dalam perebutan gelar domestik menambah tekanan pada Guardiola.
Dalam konteks tersebut, Mourinho menilai Guardiola harus lebih fleksibel. Ia menyarankan bahwa filosofi permainan indah harus sejalan dengan kemampuan nyata yang dimiliki dalam skuad.
Baca Juga: Bocoran Jersey Kandang Chelsea 2026-27: Kombinasi Biru Cerah dan Emas Klasik
Guardiola sendiri mengakui dalam konferensi pers setelah kekalahan dari Real Madrid musim lalu bahwa timnya tak lagi seefektif dulu. Namun pertanyaannya kini: apakah Pep bersedia beradaptasi, atau tetap bertahan dengan gaya yang mulai usang?
Editor : Miko