JP Radar Nganjuk - Kembalinya Massimiliano Allegri ke AC Milan bisa terlihat sebagai langkah penuh risiko, namun sesungguhnya ini adalah keputusan logis dan strategis. Setelah periode penuh ketidakpastian dan spekulasi dengan Napoli, Roma, bahkan Juventus, Milan menjadi klub pertama yang berani mengambil langkah konkret.
Allegri bukan wajah baru bagi Rossoneri. Ia pernah membawa Milan meraih Scudetto pada 2011 dan saat ini kembali dalam misi membangun ulang tim yang gagal tampil di kompetisi Eropa musim lalu. Di tengah ekspektasi fans dan tekanan untuk kembali bersaing di puncak Serie A, kehadiran Allegri memberikan simbol stabilitas dan pengalaman tak ternilai.
Baca Juga: Raheem Sterling Ditawarkan ke Napoli, Menyusul De Bruyne dan Lukaku?
Setelah meraih lima gelar liga dan dua final Liga Champions bersama Juventus, reputasi Allegri memang sempat meredup. Namun, ia tetap dipandang sebagai pelatih dengan kecerdasan taktik, kemampuan adaptasi tinggi, serta pemahaman mendalam terhadap dinamika sepak bola Italia.
Kini, Milan memberinya kendali penuh atas proyek baru ini. Beberapa perubahan sudah dimulai: Theo Hernandez dilepas, Pervis Estupiñán datang, dan nama Ardon Jashari masuk radar. Namun lambatnya pergerakan di bursa transfer mulai membuat pendukung khawatir.
Dengan direktur olahraga baru Igli Tare, Allegri mulai menyiapkan eksperimen menarik, seperti Rafael Leão sebagai striker utama. Ini menunjukkan fleksibilitas dan pendekatan visioner yang menjadi alasan utama Milan memilihnya kembali.
Tantangan ke depan akan berat, tapi satu hal pasti: Allegri bukan "perjudian", melainkan seorang pemenang yang hanya butuh dukungan dan waktu untuk kembali menyalakan kejayaan Rossoneri.
Baca Juga: Chelsea dan Liverpool Dominasi Daftar Belanja Termahal Liga Inggris Sejak 2016
Editor : Miko