Penjaga gawang PSG itu tampil hingga detik terakhir laga final, menggambarkan betapa padatnya kalender bagi pemain top Eropa.
Baca Juga: Resmi: Chelsea Datangkan Jesse Derry dari Crystal Palace, Kontrak hingga 2029
Di tengah isu performa André Onana yang masih menuai kritik di bawah mistar Manchester United, muncul spekulasi bahwa Donnarumma bisa jadi solusi jangka panjang yang lebih solid.
Secara statistik, Donnarumma unggul dalam sejumlah aspek penting:
-
Rata-rata penyelamatan per laga (2024/25): 3,8, lebih tinggi dari Onana yang hanya mencatat 2,9.
-
Save rate penalti: 33% (dibandingkan Onana yang hanya 14% musim lalu).
-
Distribusi bola panjang akurat: 71%, menandakan kemampuan build-up yang mumpuni.
-
Clean sheet di ajang Eropa: 6 dari 9 laga, sementara Onana hanya mencatat 2 dari 8.
Fisik Donnarumma yang menjulang (196 cm) serta pengalamannya tampil di partai besar seperti Euro, Liga Champions, dan CWC membuatnya dianggap sebagai penjaga gawang yang lebih “tenang” di bawah tekanan, sesuatu yang sangat dibutuhkan skuad Erik ten Hag menjelang musim padat yang akan berakhir dengan Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Victor Osimhen ke Galatasaray: Rekor Transfer Termahal dalam Sejarah Liga Turki
Dengan kalender padat dan tantangan kompetitif semakin berat, United tampaknya harus mempertimbangkan opsi yang tak hanya tangguh di lapangan, tapi juga tahan banting secara mental dan fisik. Dan Donnarumma mungkin jawaban dari kebutuhan itu.
Editor : Miko