Bagi Ben Davies, musim panas ini adalah babak baru yang penuh rasa campur aduk. Di satu sisi, ia melihat Tottenham Hotspur mendapatkan suntikan energi segar dari pelatih baru Thomas Frank.
Di sisi lain, ia harus mengucapkan selamat tinggal pada sosok yang sudah seperti saudara, Son Heung-min.
Baca Juga: Illia Zabarnyi Resmi Gabung PSG, Kontrak hingga 2030
“Dia datang dengan semangat luar biasa,” kata Davies tentang Frank, jelang laga Piala Super Eropa melawan PSG. “Setiap sesi latihan terasa hidup, penuh detail, dan membuat kami berpikir tentang bagaimana kami bisa jadi lebih baik.
Rasanya menyenangkan, meskipun baru beberapa minggu.”
Tapi kebahagiaan itu dibarengi kehilangan yang sulit dihindari. Son, yang selama ini menjadi kapten, teladan, dan penghibur di ruang ganti, memutuskan melanjutkan kariernya di LAFC.
“Sonny adalah bagian besar dari tim ini—di lapangan dan di luar lapangan,” ucap Davies dengan nada yang terdengar hangat namun sarat kerinduan.
“Kehilangannya terasa sekali, tapi kami, para pemain senior, harus memastikan semua orang di tim punya ruang untuk berdiri, menunjukkan siapa mereka, sebagai pemain dan sebagai pribadi.”
Baca Juga: Arne Slot Tolak Lepas Fede Chiesa dari Liverpool, Ini Alasannya!
Besok malam, Spurs akan menghadapi PSG—laga yang bukan hanya soal trofi, tapi juga kesempatan pertama untuk membuktikan bahwa energi baru Frank bisa menyatukan tim, meski ada bagian hati yang masih merindukan sang kapten lama.
Editor : Miko