Honda Terkesan, Luca Marini Ungkap Kekuatan di Area Lemah Marc Marquez
Miko• Kamis, 18 September 2025 | 23:34 WIB
Luca Marini Pembalap Honda, Luca Marini, mengaku tampil impresif di tikungan cepat Misano, tempat yang selama ini jadi titik lemah Marc Marquez.
Marini Bikin Honda Kagum di Curvone Misano
Luca Marini kembali mencuri perhatian saat menjalani MotoGP San Marino 2025 di Sirkuit Marco Simoncelli, Misano. Pembalap Honda HRC Castrol ini mengungkapkan bahwa dirinya mampu unggul di tikungan 11 (Curvone), salah satu tikungan paling menantang di kalender MotoGP.
Tikungan kanan super cepat itu kerap menjadi momok, bahkan bagi legenda seperti Marc Marquez. Honda disebut sering kesulitan di sektor ini, namun Marini justru tampil percaya diri.
“Tikungan 11. Saya bisa membawa kecepatan lebih tinggi dibanding semua orang, itu jelas,” kata Marini. “Honda cukup terkesan. Karena di masa lalu mereka selalu kesulitan dengan Marc setiap tahun. Saat melihat data saya, mereka bilang, ‘Good job, good job,’ karena memang sulit di sana.”
Titik Lemah Marquez Jadi Kekuatan Marini
Kelemahan Marquez di tikungan kanan bukanlah hal baru. Sejak lama, asimetri kekuatan kiri dan kanan Marquez sudah jadi sorotan. Namun, Marini justru menyebut area itu sebagai senjata utamanya, baik bersama Honda maupun ketika masih menunggangi Ducati.
“Bahkan dengan Ducati, saya selalu paling kuat di sana. Saya memang suka dengan tikungan cepat kanan,” ucap adik tiri Valentino Rossi tersebut.
Tikungan “Menakutkan” tapi Menguntungkan
Marini tidak menampik bahwa Curvone tergolong tikungan yang menakutkan. Motor nyaris tidak melakukan deselerasi, dan pembalap harus masuk dengan kecepatan penuh. Risiko kehilangan grip depan sangat besar, namun ia sudah terbiasa sejak era Moto2.
“Setiap lap rasanya seperti menutup bagian depan motor, lalu buka gas lagi dan semuanya baik-baik saja. Jadi, saya anggap itu normal dan tidak perlu dikhawatirkan,” jelas Marini.
Meski begitu, ia menegaskan Curvone bukan tikungan untuk menyerang lawan. “Untuk catatan waktu, ya, bisa dapat sepersepuluh detik. Tapi untuk overtake, hampir mustahil,” tambahnya.
Meski mengaku kuat di sektor tersebut, Marini hanya mampu finis di posisi ketujuh. Menariknya, ia berhasil melakukan manuver terhadap Fabio Quartararo di Curvone, saat rider Prancis itu melorot dari P4 ke P8.
Kepercayaan diri Luca Marini di area yang selama ini jadi titik lemah Marc Marquez membuat Honda punya harapan baru. Jika konsistensi itu bisa dibawa ke sirkuit lain, bukan tidak mungkin Marini akan jadi salah satu kunci kebangkitan Honda di MotoGP.