Napoli Harus Bermain dengan 10 Pemain
Pelatih Napoli, Antonio Conte, tetap optimis meski timnya kalah 0-2 dari Manchester City pada laga pembuka Liga Champions. Pertandingan di Etihad Stadium itu berlangsung sulit setelah kapten Napoli, Giovanni di Lorenzo, mendapat kartu merah di pertengahan babak pertama.
Menurut Conte, permainan berubah total setelah insiden tersebut. Namun, ia menilai anak asuhnya tetap menunjukkan mental kuat. “Dalam 20 menit awal, kami berani menerima duel. Saat menguasai bola, saya merasa kami bisa menyulitkan City,” ujar Conte.
Baca Juga: Haaland Cetak Gol, De Bruyne Kembali ke Etihad dengan Hasil Pahit
Conte menegaskan, meski kalah, Napoli justru mendapatkan pelajaran penting. Ia menyoroti dedikasi dan tekad para pemain yang tetap bertahan selama 70-80 menit meski bermain dengan 10 orang. “Kami tidak menyerah pada nasib. Itu yang membuat saya bangga,” tambahnya.
Gol-gol City tercipta lewat pressing tinggi yang memanfaatkan situasi cepat. Conte menilai timnya perlu lebih jeli membaca momen krusial dalam pertandingan.
Salah satu keputusan sulit bagi Conte adalah menarik keluar Kevin De Bruyne setelah Di Lorenzo dikartu merah. Conte mengaku kecewa karena sebenarnya sudah menyiapkan strategi berbeda.
“Saya sangat menyesal harus mengganti De Bruyne. Apalagi dia kembali ke stadion yang sudah ia kenal selama 10 tahun. Tapi situasi memaksa saya. Kadang, takdir menghadirkan keadaan yang tidak bisa dibayangkan,” ucapnya.
Baca Juga: Jose Mourinho Sepakat Latih Benfica, Kontrak Dua Tahun Segera Diresmikan
Menurut Conte, De Bruyne memahami keputusan itu dengan sikap dewasa. Ia menegaskan bahwa perubahan tersebut semata untuk menjaga keseimbangan permainan.
Conte menutup dengan nada positif. Ia mengakui kekuatan Manchester City sebagai tim favorit juara Liga Champions, namun yakin Napoli bisa berkembang. “Kami datang ke sini dengan kematangan dan rencana yang jelas. Kekalahan ini justru memberi pelajaran penting bagi tim,” kata Conte.
Editor : Miko