Dalam konferensi pers, Mourinho menegaskan bahwa keputusannya melatih Benfica bukan untuk memicu konflik dengan Porto.
“Saya tidak datang ke Benfica untuk mengganggu Porto, saya datang untuk menikmati kesempatan melatih klub besar dengan ambisi besar. Porto tetap bagian penting dari sejarah saya, dan saya juga bagian dari sejarah Porto,” ujar Mourinho.
Pelatih berusia 62 tahun itu juga menyebut sudah berbicara dengan presiden Sporting, Frederico Varandas, serta Andre Villas-Boas dari Porto untuk meredam tensi antar klub.
“Apakah saya berharap akan mendapat tepuk tangan lagi di Dragao? Tentu tidak. Tapi bagi saya, rivalitas hanya sebatas di lapangan. Untuk 90 menit, kita musuh — tapi hanya musuh olahraga,” katanya.
Mourinho menutup dengan senyum saat menyebut bahwa dirinya dan staf sempat berencana menonton beberapa laga di Portugal maupun luar negeri, namun menegaskan fokus utamanya kini adalah mengangkat prestasi Benfica.
Editor : Miko