Sehari setelah memuji efektivitas tim dalam situasi bola mati, United justru tumbang oleh skema set-piece. Gol penyama kedudukan pada menit ke-83 dari situasi sepak pojok menunjukkan bahwa kelemahan lama belum juga hilang. Padahal, kemenangan akan membawa mereka mendekati persaingan Liga Champions.
Saat peluit akhir berbunyi, tidak ada luapan emosi seperti saat melawan Everton. Yang ada hanyalah tatapan kosong para pemain: tangan bertumpu di pinggang, kepala menunduk, dan rasa frustrasi yang sulit disembunyikan. Ini bukan gambaran tim yang siap kembali ke level elite Eropa.
Hasil ini menambah panjang daftar laga yang gagal dimenangkan, sekaligus memperpanjang catatan negatif MU pada periode Natal. Dalam 14 pertandingan Premier League bulan Desember terakhir, mereka telah tumbang sembilan kali. Kebetulan, laga ini juga menandai satu tahun sejak kekalahan pertama Amorim sebagai pelatih – momen yang kemudian diikuti rangkaian hasil buruk.
Meski tidak kalah, Amorim tampak kecewa berat. Tanda-tanda progres memang terlihat, namun kemampuan tim untuk menghancurkan upaya sendiri terasa semakin melelahkan. Kemenangan atas Crystal Palace yang diapit oleh kekalahan dari 10 pemain Everton dan hasil imbang kontra West Ham yang tampil buruk, membuat MU seperti melangkah satu langkah maju lalu satu langkah mundur.
Padahal jadwal Desember sebenarnya cukup bersahabat. Namun kesempatan untuk meraih poin maksimal kembali terbuang. Alih-alih naik ke posisi lima, MU kini tercecer di peringkat delapan dan terjebak di papan tengah yang padat.
Lagi-lagi, MU memulai laga dengan lambat. Dengan jadwal yang tidak sepadat musim lalu, kurangnya intensitas sejak menit awal sulit dijelaskan. West Ham dengan mudah menemukan ritme di Old Trafford.
Penampilan Ayden Heaven yang menjalani start Premier League pertamanya juga menjadi sorotan. Bek berusia 19 tahun itu ditempatkan di jantung pertahanan, dan langsung menjadi target empuk Callum Wilson yang lebih berpengalaman.
MU baru bangkit setelah Bryan Mbeumo memulai kombinasi cerdas lewat skema tendangan sudut dengan Bruno Fernandes, memaksa Alphonse Areola melakukan penyelamatan gemilang. Joshua Zirkzee hampir membuka skor, namun bola berhasil disapu sebelum melewati garis. Fernandes lalu melepaskan tembakan voli yang melenceng tipis.
Set-piece kembali menjadi senjata utama MU musim ini, namun absennya Matthijs de Ligt, Harry Maguire, dan Benjamin Sesko membuat mereka kalah ukuran dan kalah udara menghadapi tim West Ham yang bertubuh lebih besar.
Editor : Miko