Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sudjito Meninggal di Stadion saat Laga Terakhir Penyisihan 

Karen Wibi • Kamis, 18 Desember 2025 | 21:10 WIB

CINTA SEPAK BOLA: Sudjito (tengah) saat melihat Persenga latihan. Dia meninggal di stadion.
CINTA SEPAK BOLA: Sudjito (tengah) saat melihat Persenga latihan. Dia meninggal di stadion.

Mengenang Sudjito, Pengurus Persenga di Liga 4 Jawa Timur

Persenga berduka. Sebelum pertandingan Persenga Nganjuk melawan PSBI Blitar pada Senin (15/12), Sudjito, salah satu pengurus Laskar Singo Barong meninggal dunia. Dia mengembuskan napas terakhirnya sebelum kick off Persenga lawan PSBI Blitar ditiup wasit. 

KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk

Persenga Nganjuk menutup babak penyisihan Liga 4 Jawa Timur (Jatim) dengan senyum dan air mata. Senyum karena Persenga berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan di babak penyisihan. Laskar Singo Barong berhasil menang dengan skor 2-1 melawan PSBI Blitar. Lebih spesialnya lagi, kemenangan itu didapat dengan cara yang sangat dramatis. Karena mulanya Persenga tertinggal terlebih dahulu. Namun Persenga mampu bangkit di menit-menit akhir. Koko Dwi berhasil mencetak gol penentu kemenangan di menit ke-92. Beberapa detik kemudian pertandingan usai.

Para pemain langsung bersorak ke arah bench pemain. Namun euforia itu langsung usai beberapa detik kemudian. Karena di saat itu, Wakil Manager Persenga Nganjuk Budiono mengabarkan kabar duka. Salah seorang ofisial bernama Sudjito meninggal beberapa saat sebelum pertandingan. “Beliau (Sudjito) meninggal dunia sesaat sebelum masuk ke stadion,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Tentu, para pemain tak percaya. Karena beberapa jam sebelumnya Sudjito masih bersama tim. Bahkan, ketika masih di hotel, Sudjito masih memberi semangat ke para pemain. Pria yang akrab disapa Budi itu lalu menjelaskan. Sore itu, pelatih dan para pemain masuk ke dalam stadion terlebih dahulu. Mereka harus melakukan pemanasan sekitar satu jam sebelum pertandingan. Sedangkan, tim manajemen baru masuk ke stadion beberapa menit sebelum pertandingan. Namun, sebelum masuk ke gerbang stadion, Sudjito terjatuh. Seluruh anggota manajemen langsung memberi bantuan pertama. Bantuan pertama itu juga diberikan oleh tim medis pertandingan. Namun, takdir berkata lain. Sudjito meninggal dunia.

Kabar meninggalnya Sudjito tidak langsung diumumkan kepada tim. Budi beralasan tidak ingin menganggu fokus para pemain. Terlebih pertandingan terakhir itu adalah kesempatan bagi Persenga untuk lolos sebagai juara grup. “Saya baru kasih kabar ke anak-anak setelah pertandingan. Anak-anak tentu langsung kaget,” imbuhnya.

Perayaan kemenangan Persenga hanya berlangsung singkat. Kurang dari satu jam, seluruh pemain dan pelatih langsung berangkat ke rumah duka untuk melayat. Lokasinya ada di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. Sekitar pukul 21.30 WIB, para pemain tiba.

Bagi Budi, kepergian Sudjito tentu membawa luka bagi tim. Terlebih saat ini Persenga sedang berjuang untuk bisa promosi ke Liga 3 Indonesia. Namun, menurut Budi, kesedihan itu tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama. Tim harus segera move on. “Sedih adalah hal yang wajar. Namun kita harus tetap menjaga semangat Sudjito yang ingin Persenga promosi ke Liga 3 Indonesia,” tambahnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#persenga nganjuk #nganjuk