CARI DANA: Jersey Persenga dijual untuk memenuhi kebutuhan tim di babak 32 besar.
Melihat Perjuangan Persenga Nganjuk di Liga 4 Jatim
Persenga Nganjuk kembali bermain di Liga 4 Jawa Timur (Jatim) musim ini. Bagi Persenga, perjuangan di musim ini tak jauh berbeda dengan musim-musim lalu.
Persenga masih berkompetisi tanpa bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk.
PERSENGA Nganjuk menunjukkan keseriusannya dalam mengikuti Liga 4 Jawa Timur (Jatim). Setidaknya, selama dua musim terakhir, Persenga selalu lolos di babak penyisihan.
Di musim lalu, Persenga berhasil lolos hingga babak 16 besar. Sedangkan di musim ini, Persenga sudah lolos ke babak 32 besar. Sore nanti (5/1) Persenga akan bertanding untuk merebutkan tiket babak 16 besar.
Sayangnya, keseriusan Persenga tidak disambut apik dengan dukungan dari pemerintah daerah. Karena sejak beberapa musim lalu, Persenga belum mendapat bantuan berupa suntikan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Wakil Manager Persenga Nganjuk Budiono pun pasrah. Di musim ini, Persenga kembali tidak mendapat bantuan hibah dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nganjuk. “Musim ini masih nol APBD juga,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Namun hal itu tak membuat Laskar Singo Barong menyerah. Sebaliknya, tim asal Kabupaten Nganjuk itu tetap mengikuti kompetisi dengan semangat yang membara. Biaya operasional tim didapat dari bantuan sponsor lokal asal Kabupaten Nganjuk.
Selain itu, di musim ini, Persenga juga aktif melakukan penjualan jersey. Setidaknya, hingga saat ini, sudah ada ratusan jersey yang terjual. Entah itu jersey untuk home, away, hingga penjaga gawang.
Ada dua alasan mengapa Persenga melakukan penjualan jersey di musim ini. Tujuan utamanya tentu untuk mencari untung. Nantinya keuntungan tersebut akan digunakan untuk menutup biaya operasional tim.
Sedangkan alasan kedua adalah untuk mengenalkan Persenga kepada masyarakat umum. Terlebih, di babak 32 besar, Persenga akan bermain di Stadion Anjuk Ladang. Harapannya, di pertandingan babak 32 besar, seluruh Supermania - sebutan supporter Persenga- dapat mengenakan jersey Persenga.
“Suporter yang mengenakan jersey Persenga tentu akan memberi dukungan kepada para pemain,” tandasnya sembari mengatakan jersey dijual dengan harga murah. Hanya Rp 100 ribu.
Tak disangka rencana penjualan jersey itu disambut antusias oleh masyarakat. Setidaknya sudah ada ratusan jersey yang terjual. Bahkan, penjualan tidak hanya dilakukan kepada warga lokal Nganjuk. Melainkan hingga ke luar daerah. “Kami tidak menyangka masyarakat sangat antusias membeli jersey Persenga,” pungkasnya. (tyo)