TUMPUAN LINI DEPAN: Striker Persenga Nasikin melwati pemain Inter Kediri. Nasikin dkk harus menjaga keangkeran Anjuk Ladang.
Buru Tiga Poin di Babak 8 Besar Liga 4
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Stadion Anjuk Ladang dikenal sebagai kandang yang angker.Semua lawan Persenga dibantai di stadion tersebut. Tidak ada tim tamu yang bisa seri atau menang saat menghadapi Laskar Singo Barong. Tim tamu dilarang menang pun menjadi harga mati bagi Nasikin dkk saat main di kandang.
Nah, keangkeran Stadion Anjuk Ladang kembali diuji siang ini. Persenga akan menghadapi Persepam Pamekasan di babak 8 besar Liga 4 Jawa Timur (Jatim). "Kami harus bisa mempertahankan rekor 100 persen menang di kandang saat tampil di Liga 4 Jawa Timur," tandas Pelatih Persenga Heri Sunarno.
Kemenangan tersebut sangat penting. Karena dengan menang melawan tim asal Pulau Madura, Nasikin dkk akan mengoleksi tiga poin. Membuka pintu lolos ke babak semifinal.
Namun, menang lawan Persepam bukan perkara mudah. Karena Persepam adalah tim peringkat kedua di tim JJ pada babak 16 besar lalu. “Kami tak bisa meremehkan lawan di babak 8 besar. Semuanya adalah tim kuat,” ujarnya. Pada babak 16 besar lalu, Persepam memiliki catatan cukup bagus. Dari tiga pertandingan, Persepam berhasil meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang. Total mereka berhasil mengumpulkan 5 poin.
Mantan Pelatih PSID Jombang itu meminta anak didiknya tampil all out. Dukungan ribuan Supermania -sebutan suporter Persenga Nganjuk diharapkan membakar motivasi Nasikin dkk.“Supermania yang datang langsung di stadion akan menjadi pemain ke-12,” tandasnya.
Heru mengatakan, di laga 8 besar berbeda dengan babak-babak sebelumnya. Lawan yang dihadapi secara kualitas pasti lebih bagus. Karena itu, menang saja tidak cukup. Gawang Persenga juga dilarang jebol. Ini dilakukan agar saat perhitungan poin di akhir babak penyisihan, Persenga bisa unggul head to head maupun produktivitas gol. "Lini belakang harus solid menahan serangan pemain Persepam," ujarnya.
Saat ini, Persenga sudah mengantongi kekuatan Persepam. Pemain dan pelatih sudah melihat rekaman pertandingan Persepam selama berkiprah di Liga 4 Jatim. Berbekal dari itu, Heri meminta anak asuhnya untukfokus selama 2x45 menit. Tidak boleh ada kesalahan di daerah berbahaya. Karena pelanggaran di dekat kotak penalti akan berakibat fatal. Hal itu pernah dialami Persenga di babak 16 besar. Mereka kebobolan lewat tendangan bebas pemain lawan. "Harus main aman dan taktis di lini belakang," ingatnya. (wib/tyo)