Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mutiara Cantik Harsanto Berhasil Sabet Medali Emas di ASEAN Para Games Thailand Tahun 2025

Novanda Nirwana • Rabu, 11 Februari 2026 | 13:19 WIB

Mutiara Cantik Harsanto tampil memukau di nomor gaya kupu-kupu ASEAN Para Games 2025.
Mutiara Cantik Harsanto tampil memukau di nomor gaya kupu-kupu ASEAN Para Games 2025.

Mutiara Cantik Harsanto , Atlet Disabilitas yang Berhasil Mengharumkan Kota Angin  

Mutiara Cantik Harsanto lahir dengan kondisi disabilitas. Tangan kananya tak tumbuh dengan sempurna. Namun Mutira tak mau menyerah. Dirinya terus berjuang. Hingga akhirnya dia dukses meraih medali emas cabang para swimming.

NAMANYA adalah Mutiara Cantik Harsanto. Dia adalah atlet berprestasi asal Kecamatan Ngronggot. Prestasinya patut diacungi dua jempol. Pada awal tahun kemarin, perempuan berusia 21 tahun itu berhasil meraih medali emas pada cabang para swimming pada ASEAN Para Games Thailand 2025. Kompetisi itu berlangsung pada 21 hingga 26 Januari 2026.

Ya benar, perempuan yang akrab disapa Mutiara itu seorang disabilitas. Dirinya lahir dengan kondisi tangan kanan tak sempurna. Tangannya tak berkembang secara utuh. Namun sejak kecil, orang tuanya memperlakukannya sama seperti anak lain. Pola asuh itulah yang membentuk mental kuat hingga mampu berprestasi.

 

HARUMKAN INDONESIA: Mutiara menunjukkan medali emas, perak, dan perunggu yang diraihnya.
HARUMKAN INDONESIA: Mutiara menunjukkan medali emas, perak, dan perunggu yang diraihnya.
“Saya dari lahir memang sudah disabilitas. Tapi orang tua memperlakukan saya seperti anak pada umumnya. Jadi saya merasa mampu dan tidak ada rasa minder,” ujar Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) semester 4 jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga itu.

Dia mengaku baru menyadari dirinya berbeda ketika sering menjadi pusat perhatian orang di sekitarnya. Meski begitu, dia memilih tetap menjalani hidup secara normal tanpa menjadikan kondisi fisik sebagai hambatan.

Perjalanan Mutiara di dunia renang dimulai sejak usia enam tahun. Sang ayah yang berasal dari latar belakang militer angkatan laut mendorongnya belajar berenang sejak dini agar tidak takut air. Awalnya sekadar renang biasa, namun lama-kelamaan muncul ketertarikan serius hingga akhirnya masuk klub renang. “Bapak saya ngelihat saya suka renang akhirnya dimasukkan ke club,” paparnya.

Pengalaman lomba pertama dia rasakan saat kelas 1 SD di tingkat kecamatan, bahkan kala itu bertanding bersama atlet non-disabilitas karena belum mengetahui adanya kompetisi khusus disabilitas. “Waktu itu belum tahu kalau ada yang khusus disabilitas,” ungkapnya.

Di balik prestasi tersebut, Mutiara juga pernah mengalami masa sulit, terutama saat duduk di bangku sekolah dasar. Ia sempat menjadi korban bullying, baik verbal maupun fisik, hingga akhirnya harus pindah sekolah. Kasus tersebut bahkan sempat dilaporkan ke pihak berwajib.

Namun dukungan keluarga menjadi faktor utama kebangkitannya. Ia memilih menjadikan kolam renang sebagai tempat menenangkan diri sekaligus fokus berlatih. “Kalau lagi dapat hal tidak enak, saya balik lagi ke kolam. Buat saya, kolam renang tempat paling tenang untuk mendinginkan hati,” tuturnya. (nov/wib)

 

Editor : Karen Wibi
#atlet #Para Swimming #nganjuk #asean para games