Cabang olahraga (cabor) gulat di Kabupaten Nganjuk mungkin tak seterkenal cabor lain. Namun ternyata, cabor gulat menjadi salah satu cabor yang banyak menyumbang medali di ajang bergengsi.
“Alhamdulillah, dari 10 atlet, kami berhasil membawa 10 medali,” ujar Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Nganjuk Muhammad Ervan Alriyadi.
Kalimat itu menjadi pembuka dari cerita cabang olahraga (cabor) gulat di Kabupaten Nganjuk. Ervan, pria yang berdomisili di Desa Waung, Kecamatan Baron menceritakan, cabor gulat mungkin tak seterkenal banyak cabor di Nganjuk. Namun ternyata, cabor gulat inilah yang sering membanggakan nama Kabupaten Nganjuk di daerah lain.
Ya benar, cabor gulat asal Kabupaten Nganjuk rutin mendulang prestasi di banyak acara bergengsi di luar kota. Terakhir, di Kejurprov yang berlangsung di Mojokerto, cabor gulat asal Nganjuk berhasil membawa banyak medali. Dari 10 atlet yang bertanding, semuanya berhasil membawa pulang medali. Dengan rincian satu medali emas, dua medali perak, dan sisanya membawa medali perunggu.
Selain itu, di edisi Porprov tahun lalu, cabor gulat berhasil membawa pulang satu dari empat emas untuk Nganjuk. “Jadi kami salah satu cabor yang rutin membawa pulang medali,” imbuh pria yang kini berusia 33 tahun itu.
Tentu raihan banyak prestasi itu diraih tidak dengan cara yang mudah. Sebaliknya, menurut Ervan, banyak perjuangan yang harus dilakukan oleh PGSI, pelatih, hingga atlet.
Beruntung, menurut Ervan, Kabupaten Nganjuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cukup bagus. Dengan ditambah latihan yang konsisten, banyak atlet-atlet yang siap untuk dibentuk.
Namun bukan hanya itu yang membuat cabor gulat di Nganjuk bisa maju. Karena selain itu, pembinaan tanpa henti juga menjadi kunci majunya cabor gulat.
Sebagai contoh, menurut Ervan, mantan atlet gulat asal Nganjuk yang sudah purna masih tetap dilibatkan dalam melatih. Bahkan mereka diberikan pelatihan hingga memiliki sertifikat untuk melatih. “Pembinaan yang berkelanjutan adalah kunci untuk memajukan cabor,” tegasnya.
Sementara itu, untuk ingin bergabung, calon atlet bisa langsung menuju ke sasana yang berada di Desa Waung. Nantinya calon atlet akan didata dan diberi pertanyaan tentang motivasi mengikuti cabor gulat. “Kami juga gratiskan dan fasilitasi calon atlet yang ingin bergabung,” pungkasnya. (wib)